Pusdiklat Teknologi EM (IPSA)

Profil Pusdiklat Teknologi EM (IPSA)

IPSA dirikan oleh Gede Ngurah Wididana pada tahun 1997. Lembaga ini didirikan atas hasil kerjasama antara beberapa lembaga antara lain IKNFS (Indonesian Kyusei Nature Farming Societies), EMRO (Effective Microorganisms Research Organization), APNAN (Asia Pasific Natural Agricultural Network), dan INFRC (International Nature Farming Research Centre). IPSA merupakan sebuah lembaga pengembangan dan penelitian sumberdaya alam yang mencakup bidang ilmu pengetahuan dan teknologi guna mengembangkan dan memanfaatkan sumber daya alam untuk pembangunan yang berkelanjutan.

IPSA membangun pusat pendidikan dan penelitian Teknologi EM (Effective Microorganisms) di Desa Bengkel, Kecamatan Busung Biu, Buleleng. Pelatihan Teknologi EM dilakukan setiap bulan sekali secara periodik sejak tahun 1997. Sampai 2011, IPSA telah berhasil melatih sebanyak 4.000 orang dalam 231 angkatan. 

Di areal IPSA terdapat tanaman rempah dan obat seluas 5 Ha, yang berfungsi sebagai kebun produksi untuk memasok kebutuhan bahan baku Industri Obat Tradisional (Jamu) Pak Oles. Di areal IPSA juga terdapat industri obat tradisional Pak Oles, Industri Kopi Organik Bukit Hexon, Industri Teh herbal Bukit Hexon, Industri Pupuk Organik Cair EM 4, serta stasiun penyiaran Radio Hexon.

Aktivitas

Jasa yang ditawarkan IPSA adalah memberikan penyuluhan kepada petani dan peserta seminar tentang pemanfaatan teknologi EM untuk pertanian, peternakan, dan pengolahan limbah. Bagi peserta yang mendaftar dikenakan biaya tertentu yang sudah ditanggung konsumsi, penginapan, kunjungan lapangan, wisata alam, materi pelatihan dan sertifikat. Materi yang diberikan mencakup bagaimana cara membuat pupuk organic bokashi, membuat pakan ternak, membuat pestisida alami, mendaur ulang limbah organic menjadi bahan yang bermanfaat, dan kunjungan lapangan ke petani organik.

Contact Person : Ketut Jadiasa ( 085 237 585 820 )

 

Berita Terbaru