Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Riset Kulit Manggis Hambat Penuaan


   Share :


Sumber :

Jus kulit manggis Peneliti manggis dari Fakultas Teknologi Pertanian IPB Dr Indah Yuliasih (kanan) memperagakan cara membuat jus kulit manggis di Kampus IPB. Sebuah riset yang dilakukan ilmuwan Institut Pertanian Bogor menemukan bahwa kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) dapat bermanfaat untuk menghambat proses penuaan (anti aging). "Pada kulit bagian dalam buah manggis terdapat senyawa xanthone, yang merupakan bahan aktif yang bersifat anti-kanker dan anti-oksidan yang sangat tinggi, bahkan beberapa kali lipat melebihi kekuatan vitamin C dan E, xanthone mampu menghambat proses penuaan," kata Dr Ir Indah Yuliasih, peneliti Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian IPB di Bogor, Jawa Barat.
 
Usai pemaparan tentang xanthone juice di Kampus IPB Baranangsiang, kepada Antara ia menyebut, xanthone adalah kelompok senyawa bioaktif yang mempunyai struktur cincin enam karbon dengan kerangka karbon rangkap. "Turunan xanthone berupa @-mangostin, merupakan komponen yang paling banyak terdapat pada kulit manggis," katanya. 
Xanthone dari kulit manggis itu menunjukkan bahwa buah manggis, limbah berupa kulit bermanfaat bagi kesehatan. Selama ini, buah manggis hanya diambil manfaat pada buahnya saja, padahal justru pada kulitnya bermanfaat dan punya nilai ekonomi yang lebih tinggi. Di pasaran saat musim panen buah manggis, harga Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per kg. Padahal bila diambil bagian dalam kulitnya yang mengandung xanthone, untuk ukuran 350 mililiter bisa mencapai Rp 200 ribu. Sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Malaysia dan Thailand secara ajeg kiriman ekspor dari Indonesia.
 
Pelaku bisnis di negara-negara tersebut, katanya, mengimpor buah manggis Indonesia dalam bentuk segar, namun sebenarnya yang diincar justru kulit buah itu. "Karena itulah kita sampaikan kepada khalayak luas bahwa kulit buah manggis ini, bila mampu diolah secara `integrated` akan memberikan nilai tambah ekonomi yang jauh lebih tinggi, sehingga jangan hanya berorientasi impor buah segarnya saja," katanya. 
Data Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian yang dilansir akhir Desember 2011 (http://pphp.deptan.go.id/), sesuai Badan Pusat Statistik 
(BPS), ekspor manggis yang lazim disebut exotic fruit per Januari dan Februari 2010 (8.225 ton) melejit 91% dibanding volume ekspor Januari-Februari 2009 yang hanya 4.285 ton (120%) dari 2.781.712 dolar AS di Januari-Februari 2010 menjadi 6.310.272 dolar AS. 
Kinerja ekspor manggis pada dua bulan pertama tahun 2011 mendekati realisasi ekspor sepanjang 2009 yang volumenya 9.987 ton dengan nilai 6.451.923 dolar AS. Manggis yang diekspor berasal dari sentra produksi manggis seperti Tasikmalaya, Purwakarta, Bogor, Sukabumi, Lampung, Kampar, Purworejo, Belitung, Lahat, Tapanuli Selatan, Limapuluh Kota, Padang Pariaman, Trenggalek, Blitar dan Banyuwangi. 
 
(Sumber : Koran Pak Oles, Edisi 1 - 15 maret 2012)

Video :


Tags :