Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

HUT XIV PT Karya Pak Oles Tokcer


   Share :


Sumber :

Hari itu, sekitar 9 Agustus 1997. Minyak Oles Bokashi mulai beredar di tengah masyarakat. Ragam respons masyarakat mengemuka kala melihat kemasan produk berbotol hijau itu. Justru banyak yang berpikiran negatif terhadap produk tersebut. Bahkan, sejumlah media massa cetak dan elektronik yang diundang dalam sebuah temu wartawan pada peluncuran produk berbasis bahan baku sekitar 315 jenis tanaman obat itu, hanya ada satu media cetak yang menurunkan berita di koran. Saya masih ingat betul jumpa pers itu. Yang datang sekitar belasan wartawan namun yang menulis dan menurunkan berita Minyak Oles Bokashi justru hanya satu media cetak. Wartawan dan media itu tetap saya kenang, ujar penemu Minyak Oles Bokashi, Dr Ir Gede Ngurah Wididana, M.Agr.
 
 
 
 
Sabtu, 10 September 2011, di Wantilan Barong & Kecak Dance, Jl Waribang Denpasar, dalam suasana penuh akrab dan familier, pria yang diakrabi Pak Oles itu kembali memahat sebuah visi baru terkait HUT 14 PT Karya Pak Oles Tokcer yakni Ramuan Pak Oles sebagai Maha Karya Untuk Indonesia. Sembari mengaca pada visi baru itu, pada 14 tahun lalu, pria asal Desa Bengkel, Busungbiu, Buleleng itu mencanangkan Go Organik (back to nature) dengan menjadikan Bali sebagai pilot project Clean and Green meski dihadang berbagai penyakit regulasi era orde baru. Sebagai benteng pertahanan visi, Pak Oles mendirikan Institut Pengembangan Sumber Daya Alam (IPSA) yang setiap tahun mencetak ribuan kader tangguh siap terjun secara swadaya dalam bidang pertanian, peternakan, perikanan dan pengolahan limbah secara organik dengan produk effective microorganism (EM4) temuan Prof Dr Teruo Higa asal Jepang.
 
 
 
Minyak Oles Bokashi sebagai leader product dalam Industri Obat Tradisional (IOT) itu, kini sudah memiliki gandengan sekitar 50-produk baik itu produk kesehatan, kecantikan, otomotif, pertanian, perikanan, peternakan, limbah sampai pupuk organik yakni Bokashi Kotaku. 
Indonesia dengan total penduduk sekitar 237 juta jiwa itu, Ramuan Pak Oles tetap membangun komitmen untuk setia menjadi tuan rumah di negeri sendiri plus menjadi tamu terhormat di negeri asing seperti yang sudah sejak lama diperankan Cina, Korea dan India. 
Kita merintis industri ini dengan berbasis system informasi managemen dan teknologi (SIMT). Melalui SIMT itu, kita sudah menjadi market leader di Bali dan terus bersaing dengan industri obat tradisional lain di Indonesia. Pada lima tahun pertama, kita mencari bentuk, lalu memperkuat system pemasaran dengan SDM yang berkualitas, diikuti dengan investasi dan membuka kantor-kantor cabang di Indonesia. Karena itu, Ramuan Pak Oles merupakan aset bangsa yang harus tetap dilestarikan, tegas Pak Oles. (Akin)

Video :


Tags :