Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Si Ajaib Dari Tanah Papua


   Share :


Sumber :

Tanah Papua, tidak saja dikenal oleh masyarakat dunia sebagai negeri Cendrawasih yang penuh air susu dan madu hitam, emas dan perak. Lebih dari itu, di tanah yang penuh berkat itu, tumbuh subur aneka tanaman berkhasiat obat. Satu diantara ratusan jenis obat itu adalah buah merah (Pandanus Conoedeus). Tanaman spesies ini sudah dikonsumsi sejak zaman dahulu oleh masyarakat Papua, khususnya di sekitar Pegunungan Tengah (Jayawijaya, Puncak Jaya, Paniai, Mimika, dan Nabire).
 
 
 
Tanaman buah merah termasuk family pandan-pandanan, biji berkeping satu dan mempunyai berbagai cabang. Daun berwarna hijau dan berlapis lilin, bersirip sejajar dengan panjang sekitar 2,3 m. Permukaan daun melengkung ke tulang daun, ujung daun lancip, dan lapisan bawah tulang daun berdiri tempel. Batang melingkar sekitar 50 cm dengan tinggi 8 m plus bercabang lima dan warna coklat putih. Akar tanaman ini berbentuk panjang, bulat sepanjang 5 m dari permukaan tanah dengan tumbuh tegak lurus ke atas, lalu bercabang dan permukaan batang berduri. 
Buah muda berwarna coklat dan hijau, sedangkan buah yang sudah tua berwarna merah (jenis merah) dan kuning (jenis kuning). Sepintas, bentuk buah seperti buah nangka. Buah yang siap panen (jenis merah) ditandai perubahan warna dari merah muda ke merah tua, dan diikuti bekas retakan pada buah. 
Sesuai pengalaman yang impiris dari masyarakat yang mengkonsumsi buah ini, ternyata banyak meringkankan pasien penderita kanker (tumor), keracunan formalin, ketergantungan narkoba dan obat-obatan, darah rendah, hepatitis, gangguan liver, diabetes mellitus, leukemia, endometrisis, penyakit syaraf, animea, keputihan, cacingan, prostat, sinusitis, gangguan mata, meningkatkan kesuburan, dan kelelahan. Lebih dari itu, sari buah merah dapat membantu penderita HIV/AIDS sebagai suplemen, meningkatkan kesuburan pria, dan sangat baik untuk meningkatkan kecerdasan anak, terutama pembentukan otak (usia anak 7 bulan samapi 12 tahun), termasuk membentuk system kekebalan tubuh (imun) pada sejak usia belia. Karena khasiat itulah, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian Bogor member rekomendasi khusus kepada setiap orang tua untuk memberikan sari buah merah kepada anak-anak.
 
Hasil laboraturium yang dilakukan CV Eclesia Papua akhir tahun 2004 terkait sari buah merah disebutkan, jenis cairan itu mengandung 6 = 72.52% Omega, 621 ppm Beta Karoten, 0.62% Tokosferol. Sebagai fakta, sekitar 2000 orang telah sembuh dari penyakit kronis dan penyakit berat, termasuk pemberian kepada anak-anak sebagai sistem imun. Zat-zat gizi dalam buah merah terdiri atas air (64.45%), abu (1.99%), protein (9.68%), serat (4.56%), vitamin A (48,10 IU), vitamin B (11.5 mg/100g), vitamin C (16.5 mg/100g), Ca (3000 ppm), P (690 ppm), dan Fe (420 ppm). 
Untuk pemanfaatan sari buah merah, sesuai penelitian dan kesaksian konsumen, hamper setiap penyakit memiliki takaran yang berbeda. Untuk tumor, kanker, HIV/AIDS dan ketergantungan narkoba, osteoporosis dan keracunan formalin, BAB tidak lancar (3 x 1 sendok makan perhari). Hepatitis dan diabetes, darah rendah dan leukemia, sinusistis, animea dan keputihan, mata rabun dan dan prostat, meningkatkan kesuburan (2 x 1 sendok makan per hari). 
Untuk penyakit berat seperti kanker dan tumor, butuh 10 botol SBM (tergantung stadium penyakit). Untuk penyembuhan harus diupayakan tidak terputus demi mendapatkan hasil yang optimal. Berikut urutan pemakaiannya; sesudah minum 1 sendok SBM untuk minum seteguk air putih. Untuk anak di bawah 10 tahun 1/2 takaran orang dewasa. Aman bagi ibu hamil (usia kehamilan di atas 8 bulan sangat baik) dan dapat diminum dengan obat dokter, interval 1 jam setelah minum obat dokter). 
 
(sumber : Koran Pak Oles, edisi 1-15 Januari 2012)

Video :


Tags :