Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Penyakit Para Pecandu Narkoba


   Share :


Sumber :

Narkoba, sesuatu yang sudah taka asing di telinga kita. Pecandu maupun tidak telah mengenal dan paham dengan zat adiktif ini, mulai dari dampak, efek, dan sebagainya. Narkoba telah dilarang si seluruh penjuru dunia, kecuali untuk kebutuhan medis dan kedokteran. Jika narkoba disalah arti serta disalah gunakan maka dampak buruk akan menyerang dan hinggap dalam tubuh dan psikologis kita. Narkoba yang digunakan tak hanya berdampak terhadap penampilan fisik pemakai saja. Karena berdasarkan pengamatan dan research beberapa ahli pecandu atau pemakai narkoba kerap diintai oleh beberapa penyakit tertentu. Penyakit apa yang dimaksud?
 
 
Untuk para pecandu narkoba suntik, karena biasa menggunakan jarum bersama-sama dapat memicu penyakit hepatitis B dan HIV. Sedangkan untuk pecandu narkoba dengan cara lain resiko kerusakan fungsi dan organ otak akan lebih besar. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang kerap mengintai para pecandu narkoba, yaitu :
 
1. HIV / AIDS 
Pengguna narkoba suntik telah diketahui ikut berperan dalam menyumbang peningkatan jumlah penderita HIV AIDS. Hal ini dikarenakan para pecandu suntik ini kerap menggunakan satu jarum suntik yang digunakan lebih dari satu orang. Biasanya satu jarum suntik digunakan secara bergiliran antara 3 hingga 5 orang. Selain itu hubungan seks yang tidak aman serta berganti-ganti pasangan juga dapat mengakibatkan virus mematikan ini. 
 
Pada umumnya penyakit HIV tidak menimbulkan gelaja atau tanda-tanda sehingga membuat penderita tak menyadari jika dirinya terinveksi hingga sangat rentan menularkan pada orang lain. Namun semakin menurun system kekebalan tubuhnya, maka gelaja mulai muncul dan akan terasa atau bahkan sudah masuk dalam tahap AIDS. 
 
2. Hepatitis B dan C 
Selan HIV AIDS, penyakit hepatitis juga dapat dialami oleh para pengguna narkoba suntik. Virus ini dapat menular melalui darah yang dapat berasal dari saling tukar jarum suntik oleh Injection drug user. Selain itu jarum tato juga berpotensi menularkan penyakit ini. Hal itu diakibatkan karena jarum tato yang digunakan tidak steril. 
 
3. Kemampuan Kognitif Menurun 
Kebanyakan narkoba bisa berdampak buruk bagi otak dan kemampuan kognitif. Efek dari ekstasi dapat mengakibatkan seseorang menjadi lupa ingatan dalam jangka waktu yang lama, turunnya kemampuan berpikir, dan merasa sulit berkonsentrasi. Untuk ganja dapat menyebabkan gangguan persepsi dan pola pikir. Sedangkan shabu akan menyebabkan gangguan pada syaraf. 
 
4. Gangguan Hati (liver) dan Ginjal 
Peran serta fungsi dari kedua organ ini sangat penting. Seperti telah diketahui bahwa hati dan ginjal berfungsi sebagai penyerap racun dan memfilternya serta mengeluarkan racun-racun yang ada pada tubuh tersebut. Namun hal ini akan tampak terganggu pada para pecandu narkoba. Hati dan ginjal harus bekerja lebih keras dan membuat resiko akan kerusakan yang terjadi pada dua organ dalam tubuk kita ini. Risiko ini bisa dialami oleh semua pengguna narkoba terutama pemakai ekstasi, heroin, kokain yang memicu gagal ginjal, serta shabu-shabu. 
 
5. Gangguan Paru-Paru dan Pernapasan 
Hal ini berkaitan dengan narkoba berupa serbuk yang penggunaannya dengan cara hirup/ hisap. Untuk cara ini dapat merusak system parnapasan karena kebanyakan dari barang yang dijual di pasaran adalah barang yang telah dioplos. Terlebih sering ditemukan pada serbuk haram oplosan ini yang mengandung zat tertentu yang sama sekali tidak boleh masuk ke dalam tubuh manusia. 
 
6. Infeksi Seksual 
Para ahli mengemukakan pendapatnya bahwa penguna narkoba lebih rentan terkena infeksi menular seksual akibat sering berganti pasangan serta cenderung melakukan hubungan seks yang tidak aman. 
 
7. Gangguan Jiwa 
Pecandu narkoba dalam jangka waktu panjang akan memicu zat-zat kimia yang terkandung dalam barang haram tersebut untuk membuat 'ulah'. Dengan cara merusak dan merangsang kelainan perilaku, seperti berhalusinasi, ilusi, dan gangguan cara berpikir yang memicu gangguan kejiawaan.
 
dtk/d'maz.

Video :


Tags :