Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Hukum Berat Penjual Obat Herbal Ilegas


   Share :


net

Oleh: Munawar Mandailing
      Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Sumatera Utara, minta penegak hukum memberikan hukuman berat kepada pengedar obat herbal untuk memberikan efek jera dan tidak mengulangi lagi pelanggaran hukum itu. "Sebab, selama ini hukuman terhadap pengedar obat ilegal tersebut, cukup ringan sehingga mereka tidak merasa takut untuk memproduksi barang yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat," kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumut, Abubakar Siddik di Medan, Selasa (12/12).
      Karena itu, pihak kepolisian, kejaksaan dan pengadilan harus tegas menerapkan hukuman terhadap pelaku yang mengedarkan obat-obat ilegal tanpa miliki izin edar dikeluarkan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan. Perbuatan itu sangat berbahaya dan berdampak bagi kesehatan masyarakat maupun konsumen yang konsumsi obat-obat herbal tersebut, ujar Abubakar.
      Pengedar obat herbal yang tidak memiliki izin dari pemerintah itu, dikenakan melanggar UU 36/2009 tentang Kesehatan.  Peredaran obat tradisional tanpa miliki izin edar, harus dihentikan karena merugikan masyarakat. "BBPOM Medan bekerja sama Dinas Kesehatan, segera menarik obat herbal yang beredar luas di masyarakat dan dikhawatirkan bisa menimbulkan gangguan kesehatan bagi warga," katanya.
      Banyak beredar obat-obat herbal dari pasaran itu, karena kurangnya pengawasan yang dilakukan BBPOM Medan.  Konsumsi obat herbal tanpa izin edar (TIE), kata dia, sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat, karena belum mengetahui isi kandungan atau zat yang terdapat pada obat itu. "Pemerintah melalui BBPOM Medan harus turun ke lapangan merazia dan melakukan penertiban terhadap toko obat yang menjual obat herbal yang bermasalah," kata Ketua YLKI Sumut.
      Sebelumnya, BBPOM Medan menyita belasan jenis obat herbal ilegal dan tanpa memiliki izin edar yang dikeluarkan pemerintah, dari salah satau tempat praktik tabib berinisial MT, di Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (30/11).
      Kepala BBPOM Medan, Yulius Sacramento Tarigan, Senin (4/12) mengatakan, obat herbal yang diperjualbelikan kepada masyarakat itu, untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Dari 14 jenis obat tersebut, dan salah satunya merupakan jenis obat tetes mata sebanyak 63 kemasan. "Jadi, jumlahnya ada 15 jenis obat dan terdiri dari 919 kemasan.Dan nilai harga obat tersebut seluruhnya mencapai nilai Rp 519 juta lebih," kata Yulius.



Tags :