Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Kearifan Lokal Bali Wujudkan Pertanian Organik


   Share :


Bali miliki kearifikan lokal untuk mewujudkan pertanian organik meski tetap membutuhkan waktu lama

Putu Wirnata/Koran Pak Oles

Oleh IK Sutika

Bali memiliki kearifikan lokal dalam mewujudkan pertanian organik sehingga mempunyai peluang besar untuk merealisasikan hal, meski membutuhkan waktu yang cukup panjang. "Pencanangan Bali sebagai pertanian organik sejak delapan tahun lalu diperkirakan masih membutuhkan waktu untuk menyadarkan semua pihak sekitar 20 tahun lagi," kata Direktur Utama PT Karya Pak Oles Group, Gede Ngurah Wididana di Sanur (24/7), Minggu.

Ia mengatakan hal itu seusai tampil sebagai pembicara pada Seminar Internasional berkaitan Pertemuan Internasional membahas berbagai perkembangan dan hambatan penerapan teknologi organik untuk Efektive Microorganisme 4 (EM4) yang melibatkan sekitar 100 peserta utusan 17 negara dari 25 negara anggota di Kawasan Asia Pasifik.

Karena itu pemerintah perlu memperbanyak proyek-proyek percontohan pertanian organik, sehingga petani dapat dengan mudah meniru untuk menerapkan dalam bidang pertanian yang ditekuni. "Dalam mewujudkan pertanian organik itu tidak cukup hanya dengan seribu teori, namun praktek nyata yang bisa disaksikan langsung oleh masyarakat, khususnya petani," ujarnya.

Jebolan universitas Ryukyu Okinawa Jepang itu menjelaskan, kearifan lokal antara lain kesadaran masyarakat untuk melaksanakan Tri Hita Karana yakni hubungan yang harmonis dan serasi sesama manusia, manusia dan lingkungan dan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Kesadaran masyarakat yang demikian itu memberikan dampak positif terhadap kelestarian lingkungan, khususnya dalam menerapkan pertanian organik.

Menurut Wididana, pihaknya sebagai perintis pengembangan EM4 di Bali dan di Indonesia sejak tahun 1990 atau 26 tahun yang silam dengan belajar dari Jepang. Ia produksi EM4 untuk mendukung pengembangan pertanian yang ramah lingkungan menyangkut bidang peternakan, perikanan, perkebunan, tanaman pangan, disamping untuk pengolahan limbah dan peturasan (WC).

EM4 merupakan kultur campuran dari mikroorganisme yang menguntungkan berasal dari alam Indonesia yang bermanfaat bagi kesuburan tanah, pertumbuhan dan produksi tanaman serta ramah lingkungan. EM4 mengandung mikroorganisme fermentasi dan sintetik yang terdiri atas bakteri lakrat, bakteri fotosentetik, ragi dan jamur mengurai selulose untuk memfermentasi bahan organik tanah menjadi senyawa organik yang mudah diserap akar tanah.

Telologi EM pertama kali ditemukan Prof Dr Teruo Higa dari Universitas Ryukyus, Okinawa, Jepang yang kini diterapkan secara meluas di berbagai negara di belahan dunia. Berbagai jenis produksi EM4 tersebut dapat diterapkan untuk pemupukan ramah lingkungan dengan menggunakan pupuk organik, membasmi hama tanaman secara ramah lingkungan dangan menghindari penggunaan pestisida yang mengandung zat kimia.



Tags :