Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Indonesia Terbaik Aplikasikan EM4


   Share :


Peserta dari 17 negara di kawasan Asia Pasifik sedang melihat proses pengolahan limbah dengan EM di Inna Grand Bali Beach Sanur

Putu Wirnata/Koran Pak Oles

Oleh: IK Sutika

Bali dan sejumlah daerah di Indonesia dinilai paling baik dalam menerapkan Efektive Microorganisme 4 (EM4) dalam pengembangan pertanian organik dari sekitar 100 negara yang menerapkan teknologi budidaya pertanian dalam meningkatkan kesehatan dan kesuburan tanah. "Dari 100 negara tersebut, 54 negara di antaranya termasuk Indonesia telah memproduksi EM4 dengan menggunakan mikro organisme yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman," kata Direktur EMRO, Dr Shintani Masaki didampingi Perintis EM4 Indonesia, Gede Ngurah Wididana di Hotel Inna Grand Bali Beach Sanur, Denpasar, Kamis (21/7).

Pembukaan Pertemuan Internasional yang dihadiri yang membahas berbagai perkembangan dan hambatan penerapan teknologi organik EM4 yang melibatkan sekitar 80 peserta, utusan 17 negara dari 25 negara anggota, Masaki, mengatakan, penerapan teknologi pertanian di Bali dan Indonesia umumnya bisa menjadi contoh bagi negara lain.

Dengan begitu penerapan EM4 untuk mendukung pengembangan pertanian organik akan dapat mengalami perkembangan pesat dari sektiar 100 negara yang telah menerapkan teknologi budidaya pertanian tersebut.

Wididana yang juga Direktur Utama PT Karya Pak Oles Group sekaligus ketua panitia  pertemuan tingkat internasional tersebut menyatakan,  pihaknya sebagai perintis pengembangan EM4 di Bali dan di Indonesia sejak tahun 1990 atau 26 tahun yang silam dengan belajar dari Jepang.

Wididana produksi EM4 untuk mendukung pengembangan pertanian yang ramah lingkungan menyangkut bidang peternakan, perikanan, perkebunan, tanaman pangan, disamping untuk pengolahan limbah dan peturasan (WC).

EM4 merupakan kultur campuran dari mikroorganisme yang menguntungkan berasal dari alam Indonesia yang bermanfaat bagi kesuburan tanah, pertumbuhan dan produksi tanaman serta ramah lingkungan. EM4 mengandung mikroorganisme fermentasi dan sintetik yang terdiri atas bakteri lakrat, bakteri fotosentetik, ragi dan jamur mengurai selulose untuk memfermentasi bahan organik tanah menjadi senyawa organik yang mudah diserap oleh akar tanah.

Telologi EM pertama kali ditemukan oleh Prof. Dr. Teruo Higa dari Universitas Ryukyus, Okinawa, Jepang yang kini diterapkan secara meluas di berbagai negara di belahan dunia. Pertemuan yang berlangsung tiga hari, 21-23 Juli 2016 membahas Keamanan Lingkungan dan Makanan Bagi Kesejahteraan Masyarakat Internasional. Peserta antara lain berasal dari Cina, Hongkong, India, Korea Selatan, Thailand, Bhutan, Laos, Malaysia, Selandia Baru, Pilipina, Pakistan, Rusia, Singapura, Srilanka, Thailand, Vietnam dan tuan rumah Indonesia.

Penerapan pertanian organik di berbagai negara itu diharapkan mampu menyelamatkan dunia dengan cara bertani yang tidak merusak keseimbangan alam, namun mampu menghasilkan produk yang sehat untuk dikonsumsi.



Tags :