Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Kerajinan Antik Bali Tembus Perancis


   Share :


Ragam kerajinan Bali dibeli wisatawan untuk dijual lagi di negaranya

Putu Wirnata/Koran Pak Oles

Oleh: IK Sutika

Aneka kerajinan yang dibuat antik dan unik yang dibuat pengrajin Bali sangat disenangi konsumen asal Perancis sehingga perdagangan ke negeri itu sangat kondusif. "Barang kerajinan jenis unik dan antik itu memang disenangi konsumen berbagai kalangan di Perancis," kata seorang pengusaha aneka kerajinan Bali Ni Nyoman Kusuma di Gianyar, Jumat (22/7).

Sambil menunjukkan komoditas barang kerajinan yang siap dikapalkan ke luar negeri Ia mengatakan, beberapa jenis barang yang lancar diekspor ke salah satu negeri Eropa itu seperti perabotan rumah tangga, dibuat dari berbahan baku kayu, pakaian jadi bukan rajutan dan kerajinan berbahan baku kulit.

Lancarnya perdagangan aneka barang kerajinan ke Perancis tersebut, berkat berkembangkan sektor pariwisata, karena semakin lancar transportasi udara, wisatawan asing asal Perancis dan Eropa lainnya semakin ramai ke Pulau Dewata. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bali,  Adi Nugroho menyatakan, aneka anyaman yang banyak diperdagangkan ke Perancis, disamping perabotan rumah tangga, pakaian jadi bukan rajitan dan berbagai jenis patung berbahan baku kayu.

Masyarakat Perancis yang memiliki kesenangan terhadap aneka kerajinan jenis antik dari Bali mengimpor sekitar 11,50% anyaman yang dibuat dari bahan baku bambu yang dikombinasikan dengan rotan selama Mei 2016. Sekitar 3,18% pakaian jadi bukan rajutan, 4,79% kerajinan berbahan baku kayu dan perabotan rumah tangga yang dibeli konsumen Perancis selama Mei.

Banyak pengusaha luar negeri membeli aneka barang kerajinan khas Bali untuk dijual kembali di negerinya, ujar pengusaha usia muda itu sambil menyebutkan konsumen Perancis membeli terbanyak aksesoeri asal Pulau Dewata diantara 26 negara pembeli di kawasan Eropa.

Impor Perancis selama Januari-Mei 2016 dari Bali bernilai 8,1 juta dolar AS, konsumen asal Spanyol ada diurutan kedua pembeli terbanyak di kawasan Eropa seharga 7,6 juta dolar. Jerman dan Belandan mengimpor aneka barang kerajinan Bali dengan angka masing-masing 5,8 juta dolar dan 5,3 juta dolar selama Mei 2016 dan jumlah itu diharapkan akan terus bertambah banyak.

Ramai masyarakat Eropa melakukan perjalanan wisata ke Pulau Dewata, dapat dipastikan akan berpengaruh besar terhadap perdagangan luar negeri Bali ke kawasan itu terutama barang cenderamata dan hasil pertanian lain. Turis Eropa yang datang berlibur ke Pulau Dewata cukup ramai dan meningkat sehingga mencapai sebanyak 384.009 orang selama Januari-Mei 2016 atau memiliki peran sekitar 20,82% dari seluruh kunjungan turis asing ke Bali sebanyak 1,8 juta orang.



Tags :