Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Sertifikasi Profesi Petani Hadapi Persaingan


   Share :


Wirnata

Oleh: Bambang Sutopo Hadi
        Sertifikasi profesi pertanian di Indonesia penting terutama untuk menghadapi persaingan pasar bebas, kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Momon Rusmono. "Pasar bebas menuntut persaingan kualitas dan profesionalitas tenaga kerja sektor pertanian yang terspesialisasi pada bidang-bidang profesi dengan kompetensi kerja tertentu," kata Momon di Yogyakarta, Kamis.
       Pada Koordinasi dan Sinkronisasi Standarisasi Kompetensi Dalam Rangka Penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKI) Sektor Pertanian, Momon mengatakan tantangan itu perlu disikapi dengan penyiapan SDM yang baik. "Tanpa penyiapan SDM yang baik, lapangan pekerjaan yang selama ini dikerjakan tenaga kerja Indonesia digantikan tenaga kerja asing yang lebih kompeten dan profesional," katanya.
       Di sisi lain, pada 2045 atau 100 tahun Indonesia merdeka, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan memang memiliki perhatian pada sertifikasi profesi pertanian.
       Pada 2015, Kementan menerbitkan Permentan 53/2015 tentang Pemberlakuan 25 SKKNI Sektor Pertanian. Sampai Oktober 2017, telah disusun 12 judul SKKNI sehingga menjadi 37 judul. Dari jumlah SKKNI yang ada masih jauh dari mencukupi kebutuhan pengguna, ada SKKNI yang sudah tidak sesuai tuntutan perubahan dan regulasi, dan ada SKKNI yang perlu dikembangkan jadi paket KKNI.
       Dengan kondisi SKKNI yang ada, untuk memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan dan tuntutan perubahan yang berkembang, diperlukan penyusunan RIP SKKNI sektor pertanian. Pertemuan tiga hari itu dihadiri perwakilan dari akademisi, organisasi profesi, asosiasi, praktisi dan birokrasi sektor pertanian untuk merumuskan RIP terkait standarisasi profesi bidang pertanian.
       Pertemuan itu untuk menyusun RIP SKKNI sektor pertanian sebagai arah kebijakan dan pedoman pengembangan SKKNI sektor pertanian selama kurun waktu tertentu. Juga meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyusunan SKKNI sektor pertanian sesuai program skala prioritas pembangunan pertanian, dan menjadi dasar dalam pengembangan dan pembinaan SDM pertanian berbasis kompetensi pendidikan, pelatihan dan sertifikasi kompetensi.



Tags :