Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Produk Organik Makin Diminati Masyarakat


   Share :


Wirnata

       Produk pertanian organik saat ini terus berkembang seiring makin meningkatnya permintaan masyarakat di dalam negeri maupun ekspor. Hal ini tidak lepas karena masyarakat mulai sadar pentingnya mengkonsumsi bahan pangan yang bebas dari cemaran bahan kimia terutama pestisida.
       Pemerhati dari asosiasi pertanian organik NTB Dr. H. Mashur mengungkapkan, pengertian produk hasil tanaman organik yang dianut saat ini terbatas pada pengelolaan tanaman dengan sumber air dari tanah/sumur bor maupun langsung dari mata air permukaan. Dengan demikian, sumber air bukan dari limpahan lahan di sekitarnya, karena potensi adanya cemaran pestisida dan pupuk kimia.
       Sedangkan areal tanam mempunyai jarak dengan areal tanam yang komoditasnya mendapat perlakuan konvensional atau menggunakan bahan kimia. Artinya, untuk mengaplikasikan pertanian organik tidaklah mudah. Apalagi menanam dalam skala luas.
       Untuk lahan budidaya organik harus melalui uji fisik tanah dan sumber air. Uji itu untuk mengetahui, apakah lahan tersebut pernah ditanami komoditas yang mengalami perlakuan kimiawi atau tidak. Jika sebelumnya lahan itu pernah ditanami secara konvensional, maka minimal dua musim tanam diistirahatkan untuk tidak ditanami.
       Pasalnya, lahan sawah yang sudah terbiasa menggunakan pupuk, terutama urea akan terakumulasi dalam tanah yang bertahan beberapa tahun. Dengan demikian, lahan tersebut perlu waktu lebih lama untuk bisa dikembangkan pertanian organik. Lebih ideal lagi jika saat mengembangkan pertanian organik, benih berasal dari tanaman organik juga. Meski tidak berpengaruh signifikan terhadap cemaran bahan kimia. (Hernawardi)
      



Tags :