Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Delegasi APNAN Boyong Ramuan Pak Oles


   Share :


Putu Wirnata/Koran Pak Oles

Oleh: Putu Wirnata

Produk tradisional dari Industri Obat Tradisional (IOT) Karya Pak Oles Tokcer (KPOT) yang dijajakan pada ajang Asia Pacific Natural Agricultural Network (APNAN) di Sanur, Bali banyak diminati peserta Meeting APNAN. Peserta meeting se Asia Pasifik yang terdiri dari 17 Negara yang berlangsung selama tiga hari, 21-23 Juli 2016 tersebut tampak serius menanyakan khasiat dan kegunaan dari produk yang merupakan turunan EM (Effective Migroorgisme) teknologi dari Jepang.

Echaraj dan Sashita peserta meeting dari Thailand tertarik dengan produk Ramuan Pak Oles yaitu Minyak Oles Bokashi (MOB), karena MOB merupakan obat herbal yang mempunyai banyak khasiat dan tanpa memiliki efek samping. “Bokashi aromanya enak dan saya akan mencobanya, ujar Echaraj. Sementara, Sashita juga terlihat membeli produk pak oles lainya seperti teh herbal bukit hexon, karena ia memang suka minum teh.

Ekaterina A  Evseeva dari Vladivostok, Russia membeli MOB dan Bokashi Care Roll On. Bokasi Care Roll on, sebut Ekaterina  memiliki aroma terapi khas herbal dengan kemasan trendy sehingga mudah dibawa kemana saja. Paul Daly dari New Zealand sangat tertarik dengan Gelang EM Keramik Bioxera dan langsung membelinya. “ Saya suka warna dan tampilan Gelang Keramik Bioxera selain itu juga dapat melancarkan peredaran darah,” ujar Paul Daly.

Selain itu delegasi APNAN juga sangat senang saat mencoba produk Loloh Herbal yang dibagikan di sela istirahat makan. Loloh herbal yang terbuat dari kombinasi daun katu, daun bluntas, daun daluman, daun belimbing wuluh, buah markisa dan jeruk nifis tersebut memang memiliki rasa yang pas bagus untuk melancarkan pencernaan, menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol, membuang racun dan menyehatkan badan. “Wah enak ni minuman herbalnya, rasanya segar,” ujar salah satu peserta.

Kegiatan APNAN itu dihadiri 70 peserta dari 17 negara di kawasan Asia Pasifik yang membahas berbagai perkembangan dan hambatan penerapan teknologi organik Effective Migroorgisme (EM). Negara yang hadir Cina, Hongkong, India, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Pakistan, Rusia, Singapura, Srilanka, Thailand, Bhutan, Myanmar, Vietnam dan tuan rumah Indonesia. Penerapan pertanian organik di berbagai negara itu diharapkan mampu menyelamatkan dunia dengan cara bertani yang tidak merusak keseimbangan alam, namun bisa menghasilkan produk yang sehat untuk dikonsumsi.



Tags :