Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

KTT Setiawan Jadi Pilot Projek


   Share :


net


      Sebuah usaha pertanian dan peternakan terpadu yang menggelitik dinas-dinas pertanian dan peternakan baik dari Propinsi Bali maupun dinas dari daerah lain lain.
      Menurut Agung Wijaya, yang menjadi koordinator lapangan KTT, limbah yang sebelumnya dibuang peternak karena tidak mengetahui teknologi pembuatan. Kini limbah itu menjadi mata dagang bernilai ekonomis tinggi karena tiap bulan dapat diproduksi kurang lebih 150 ton pupuk organik. Pupuk dalam kemasan 15 kg dijual Rp 15.000 atau Rp 1.000 per kg. Total penghasilan tiap bulan Rp 150 juta.
      Tapi yang pasti mampu menghidupi karyawan yang jumlahnya sekitar 40 orang. Kreativitas kelompok ternak yang diketuai I Gusti Agung Bagus Budiarsa itu dalam produksi pupuk kandang, selain manfaatkan limbah ternak anggota kelompok, juga membeli kotoran sapi dan ayam dari kelompok ternak lain. Pemasaran piuk ramah lingkungan itu sudah menjangkau sejumlah kabupaten di Bali, termasuk dijual para pedagang tanaman hias di pinggiran Kota Denpasar.  (Dedi Priyono)
Timur California Terus Berbuah, Bila Disemproti EM4
      Siapa sangka mentimun hasil budidaya warga Bali, bisa menembus pasar Malaysia. Timun itu juga dipasok ke rumah makan cepat saji seperti KFC dan MC Donald. Nyoman Darmawan, sukses budidaya timun california pada lahan sempit, di Desa Pelaga,  Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Uniknya, kebun miliknya diperlakukan secara organik.
      Hasil kebun milik pria kelahiran Banjar Tuyan  tersebut berkualitas ekspor. Mentimun yang ia tanam tumbuh subur dan berbuah lebat, ukuran timun pun seragam. Sebanyak 300 kg per hektar bisa dipanen. Keberhasilan ini, tak lepas dari perawatan dan pemupukan yang tepat.  Nyoman mengaku menggunakan pupuk EM4. ”Sebelumnya, pakai pupuk organik merek lain, tapi tidak ada hasil. Tanaman kurus dan buah timun kecil-kecil ,” jelasnya.
      Pupuk EM4 diketahui dari petani lain di Bali. Hasilnya, tanaman tumbuh subur, daun lebat, timun juga rajin berbuah, panen bisa dilakukan berulang-ulang. EM4 merupakan pupuk cair organik yang banyak mengandung mikroorganisme menguntungkan. EM4 diproduksi  PT Songgolonggit Persada untuk perbaiki kualitas tanah dan meningkatkan hasil pertanian. Produk itu sudah lama digunakan petani di Indonesia karena menyuburkan tanah, meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian. ‘’Saya tidak ragu lagi pakai EM4 dan terbukti, timun califonia bisa tumbuh subur dengan produksi buah maksimal,” ujar Nyoman.
      Timun varietas california berasal dari California, Amerika Serikat. Timun jenis ini rasa gurih, tesktur renyah dan daging buah tebal. Timun itu bisa dimakan mentah, dihidangkan dalam hamburger, salad dan acar.
      Untuk budidaya timun california, Nyoman menggunakan pupuk kandang, terbuat kotoran sapi dan ayam lalu difermentasi EM4. Bahan pembuatan pupuk terdiri 80% kotoran hewan dan  20% bahan organik lain. Bahan tersebut difermentasi dengan EM4 selama 7 hari
      Setelah itu, pupuk diaplikasikan pada lahan. Pupuk dasar, menurut Nyoman perlu ditabur pada lahan, terutama pupuk organik untuk mengembalikan kesuburan tanah. Tanaman dapat tumbuh maksimal pada media yang sehat. Untuk pemeliharan, tanaman timun tiap minggu rutin disirami air, larutan EM4 dan  air seni sapi. “Kebutuhan kita menerapkan pertanian terintergrasi, kotoran sapi, ayam dan air seni diberdayakan. Air seni sapi dicampur EM4 merupakan pupuk cair yang dapat meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit” jelasnya.
      Saat ini, timun california dipasok Nyoman untuk memenuhi kebutuhan rumah makan cepat saji di seluruh Indonesia dan ekspor ke negara Jiran Malaysia. Timun california mempunyai prospek cerah di Indonesia, dan belum banyak yang mengembangkan. Nyoman mengaku kewalahan untuk memenuhi permintaan pasar seperti dari Singapura karena keterbatasan produksi. (Dedi Priyono)



Tags :