Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Buleleng Kembangkan Tanaman Kelor


   Share :


net


Warga Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali, mengembangkan tanaman pohon kelor (moringa oleifera) di pekarangan rumah dan lahan kosong agar desa setempat nantinya menjadi penghasil daun kelor terbesar di Buleleng. "Ada sekitar 600 pohon kelor ditanam di Desa Lokapaksa. Tiap rumah ada kelor. Semua tanah yang kosong ditanami kelor, sehingga Lokapaksa nanti bisa dikenal dengan desa kelor," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Buleleng, Made Subur, di Singaraja, Buleleng, Jumat (14/10).
Penanaman pohon kelor di Desa Lokapaksa itu merupakan salah satu perwujudan dari program One Village One Product (OVOP) untuk menunjang perekonomian di Buleleng. Dinas PMD Kabupaten Buleleng gencar mendorong setiap desa di Buleleng memiliki sebuah produk andalan.
Tanaman kelor dipilih untuk ditanam di Desa Lokapaksa karena tumbuhan itu cocok dibudidayakan di daerah gersang seperti sebagian kondisi lahan di desa itu. Tanaman kelor juga terbukti memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan, sehingga selain dapat diolah menjadi makanan, kelor juga dapat diolah menjadi obat-obatan herbal. Pengolahan kelor sendiri, sebut Subur, pihaknya siap jembatani pemilik tanaman kelor dengan pengusaha dari negara Korea.
Tanaman ini bermanfaat bisa diekstrak buat kapsul, teh dan obat tetes mata.  Dengan program satu desa satu produk ini, kata Subur, setiap desa akan memiliki ciri khas produksi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang ada di desa itu sendiri. Daerah yang telah miliki produk andalan sendiri adalah Desa Penglatan yang dikenal dengan kerajinan dodol, Desa Nagasepaha dengan kerajinan lukisan kaca dan Desa Sudaji dengan buah durian. Dengan adanya produksi andalan dari masing-masing desa itu, Dinas PMD fasilitasi pembuatan sertifikat OVOP di setiap desa, sehingga miliki ciri khas sendiri. (M Adnyana & N Fikri Y)



Tags :