Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Mesin Fermentasi Bawang Hitam Dari Unibraw Malang


   Share :


net


Oleh: Endang Sukarelawati
       Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang menemukan mesin fermentasi bawang hitam dengan teknologi kontrol suhu dan kelembaban untuk optimalisasi proses fermentasi. Dosen pembimbing mahasiswa penemu mesin fermentasi bawang hitam Fakultas Teknologi Pangan (FTP) UB Malang, Novita Wijayanti di Malang, Jawa Timur, Minggu (19/8) mengatakan mesin itu dilengkapi teknologi kontrol suhu dan kelembaban untuk optimalisasi proses fermentasi.  
       Keuntungannya, waktu produksi lebih cepat yakni 10 hari, sedangkan cara manual 20 hari. Suhu dan kelembaban dapat dikontrol. Suhu dan kelembaban yang digunakan pada proses pembuatan bawang hitam yaitu 60-70 C dan 30-40%. Dengan kontrol suhu dan kelembaban, mutu bawang hitam bisa dikendalikan sesuai standar.
       Kapasitas mesin fermentasi ini bisa menampung 12 kg bawang putih sekali produksi. Sebelumnya mesin fermentasi bawang hitam dengan kontrol suhu dan kelembaban ini masih belum ada di Indonesia, sehingga inovasi ini berpotensi miliki manfaat  bagi usaha kecil menengah (UKM) untuk produksi bawang hitam di Indonesia.
       Salah satu UKM yang memroduksi bawang hitam sebagai obat herbal adalah UKM Wikischool di Kota Malang. Namun bawang putih yang difermentasi jadi bawang hitam masih menggunakan alat yang sederhana yaitu penanak nasi (magic com) dengan suhu dan kelembaban yang tidak terkontrol, sehingga kualitas produksi tidak berstandar mutu yang baik.
       Pada proses fermentasi bawang hitam, suhu dan kelembaban merupakan variabel yang sangat penting untuk menjaga kualitas bawang hitam supaya tidak mendapatkan hasil yang gosong.  Berawal dari kondisi tersebut, Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Teknologi (PKM-T) di bawah naungan FTP UB menciptakan inovasi teknologi mesin fermentasi bawang hitam yang simpel, namun mampu menghasilkan waktu yang lebih cepat dengan suhu dan kepembaban yang terkontrol.  Tim PKM-T FTP UB penemu mesin fermentasi bawang hitam itu beranggotakan lima orang mahasiswa, yakni Andy Pratama Nugraha, Nandya Nadhalia, Melati Ayuning Putri, Sang Norma Lintang Asmara  dan Nur Rahmat Khairi dibimbing dosen Novita Wijayanti.



Tags :