Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Mahasiswa Asing Belajar Buat Jamu


   Share :


net


       Sembilan mahasiswa asing program praktik kerja lapangan atau PKL dari tujuh negara belajar membuat jamu tradisional dan mengenal rempah-rempah di Fakultas Farmasi Universitas Surabaya (Ubaya) di Surabaya, Rabu (8/8).
       Dosen pendamping dari Fakultas Farmasi Ubaya Lidya Karina mengatakan kedatangan sembilan mahasiswa asing selama tiga minggu, sejak 22 Juli hingga 12 Agustus 2018 untuk menjalani PKL di tiga tempat berbeda yaitu Apotek Ubaya, Apotek Kimia Farma dan National Hospital itu ke Ubaya dalam rangka pertukaran pelajar fakultas farmasi. "Kami mengajarkan mereka membuat jamu kunyit asam karena jamu ini merupakan salah satu jamu tradisional di Indonesia yang relatif mudah prosesnya. Sebelumnya kami sudah menjelaskan mengenai apa itu jamu, manfaat dan beragam jenisnya," kata Lidya.
       Pembuatan jamu ini karena bahan dan proses pembuatannya cukup mudah. Seperti kunyit, jahe, asam, gula jawa, garam dan air. "Prosesnya mahasiswa akan diminta mengenali kunyit dan jahe kemudian dibersihkan dan dihaluskan. Setelah halus, jahe, kunyit, asam, gula jawa dan garam dimasukkan ke dalam air. Setelah mendidih, saring ampasnya dan jamu kunyit asam siap dihidangkan," ujarnya.
       Lidya berharap dengan pengenalan jamu ini akan mengenalkan kekayaan dan budaya sebagai obat herbal. Karena mahasiswa pertukaran budaya ini mahasiswa farmasi dari berbagai belahan dunia.
       Salah satu mahasiswa dari Republik Ceko Eva Kasalova mengaku ini merupakan pengalaman pertamanya membuat jamu. Meski kesulitan memotong bahan-bahannya, tetapi Eva sangat menyukai hasil akhir produk jamu. "Rasa jamu saya sangat suka, karena di negara saya tidak ada bahan rempah seperti ini. Jadi saya sangat antusias, khususnya rasa jahe saya sangat suka," ujarnya.
       Eva mengatakan jika bisa mencari bahan rempah di negaranya pasti dia akan mencoba membuat jamu itu. Apalagi, menurutnya, jamu sangat baik untuk kesehatan hati mengingat di negaranya masyarakat banyak mengonsumsi alkohol. (Indra Setiawan & Willy Irawan)



Tags :