Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

SD Saraswati 5 Denpasar Belajar Tanaman Obat di POGS


   Share :


Sejumlah murid SD Saraswati 5 saat belajar di Pak Oles Green School di Waribang, Kesiman, Denpasar Timur.

Wirnata


      Puluhan murid SD Saraswati 5 Denpasar penuh semangat belajar di Pak Oles Green School (POGS), Jl Waribang, Kesiman, Denpasar Timur, Rabu (7/8). Pagi itu, puluhan murid kelas 6 terlihat serius belajar membuat pupuk organik,  menanam tanaman dengan polyback, mengenal berbagai jenis tanaman obat, melihat ternak serta belajar membuat herbal loloh (jamu) didampingi guru.
      Sebelum malakukan praktek langsung dilapangan, terlebih dahulu anak-anak SD Saraswati 5 Denpasar diberikan materi terkait anatomi dan morfologi tumbuhan yang disampaikan oleh kepala POGS, Koenjoro Adijanto (Yoyok). Yoyok memberikan materi terkait pentingnya menjaga lingkungan sekitar. Juga menjelaskan terkait banyak tanaman yang bisa dipakai untuk pengobatan. “Banyak jenis tanaman yang sering adik-adik jumpai baik di rumah maupun di sekolah yang bisa dijadikan bahan obat untuk kesehatan,” ujar Yoyok sambil menunjukkan produk Minyak Oles Bokashi.
      Setelah mendapat penjelasan, anak-anak diajak praktek membuat pupuk organik Bokashi (bahan organik kaya akan sumber hayati). Dalam proses pembuatan pupuk, anak-anak juga ikut dalam mencampur bahan yang terdiri dari kotoran ternak, sekam/sampah, dedak, EM4, molase dan air. Mereka berbaur penuh semangat mencampur bahan pupuk dibawah bimbingan Yoyok, meski tangan mereka menjadi kotor namun anak-anak terlihat sangat menikmati. Selesai membuat pupuk, semua murid dibagikan polyback selanjutnya belajar menanam tanaman yang telah disediakan dan hasilnya bisa dibawa ke sekolah untuk dirawat dan dilihat proses pertumbuhannya.
      Setelah selesai membuat pupuk dan menanam tanaman , anak-anak diajak keliling kebun untuk melihat berbagai tanaman obat yang terdapat di kebun seluas 40 are tersebut. Selain melihat tanaman anak-anak juga melihat budidaya ikan, ternak ayam dan sapi. Mereka riang gembira ketika melihat ternak sapi dan memberikan makan secara langsung.Selain itu, anak-anak juga belajar membuat Herbal Loloh (jamu tradisional) dari tanaman obat yang terdapat di kebun seperti, daun beluntas, daun katuk,jeruk nipis dan lainnya.
      “Di sini kami memberikan materi yang sederhana. Anak-anak dapat mengetahui jenis tanaman obat dan khasiatnya. Selain itu belajar membuat pupuk, menanam dan merawatnya. Dan yang lebih mengasikkan anak-anak dapat berinteraksi langsung dengan ternak yang ada disini dengan memeberi makan langsung yang mungkin tidak pernah mereka lakukan sebelumnya,” ujar Koenjoro.
     Sementara itu, Ni Made Sasni, S. Pd, wali kelas VIB mengatakan kunjungan ini sebagai program pelajaran di luar kelas guna mengaplikasikan pelajaran dikelas dengan praktek langsung di lapangan supaya anak didiknya tahu berbagai jenis tanaman serta fungsinya. “Kami mengajak anak didik praktek langsung ke lapangan yang berhubungan dengan pelajaran terkait manfaat  tanaman  bagi kehidupan. Intinya, menyatukan teori dengan praktek karena selain pengetahuan juga harus ada keterampilan”, ujarnya.
    Di SD Saraswati 5 Denpasar, jelas Made Sasni,  dilengkapi tanaman toga yang melibatkan langsung anak-anak utuk merawatnya. Tanaman itu digunakan sebagai obat bila terjadi insiden kecil seperti mimisan diobati dengan daun sirih, sedangkan luka kecil karena jatuh bermain bisa mengunakan tanaman lidah buanya.
    Gegiatan belajar di luar sekolah juga sangat didukung peguyuban orang tua murid. “Saya selaku orang tua murid mendukung kegiatan di luar sekolah karena bermanfaat untuk anak-anak seperti saat ini belajar di kebun. Anak-anak bisa mengenal lingkungan secara umum khususnya tanaman obat serta mempraktekan langsung di lapangan. Selain belajar lingkungan kami juga mengajarkan kedisiplinan dengan menghadirkan polisi, pemadam kebakaran, kesehatan tergantung dengan pelajaran temanya,” ujar Ni Made Sriasih selaku Ketua Paguyuban.



Tags :