Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Badung Lindungi Sektor Pertanian


   Share :


net

 

Oleh: Naufal Fikri Yusuf

Pemerintah Kabupaten Badung, melakukan berbagai upaya untuk memajukan sektor pertanian dan melindungi kepentingan petani dari hulu hingga hilir.  "Bupati Nyoman Giri Prasta dan Wabup Ketut Suiasa terus memberi proteksi kepada petani di wilayah Badung mulai hulu sampai hilir," ujar Plt Kepala Dinas Pertanian Badung, Jro Mangku Gede Oka Swadiana, di Mangupura, Sabtu.

Oka Swadiana menjelaskan, proteksi tersebut dilakukan mulai di hulu, petani Badung akan memperoleh bantuan bibit unggul. Di tengah memperoleh bantuan pupuk, bantuan teknologi pengolahan serta budi daya untuk menghasilkan produk yang berkualitas. "Di hilir, petani akan memperoleh pendampingan dari Pemkab Badung dalam bidang pemasaran," kata Oka Swadiana.

Hal tersebut juga sejalan dengan program Nawacita Presiden Joko Widodo yakni, berkepribadian di bidang budaya, membangun dari pinggiran dan desa serta hadirnya pemerintah dalam pemberdayaan ekonomi lokal. Bupati Giri Prasta juga segera meluncurkan aplikasi pertanian yang bertujuan memangkas kalangan spekulan yang selama ini merugikan petani.  "Melalui aplikasi ini, petani memiliki akses langsung dengan pasar tanpa melalui spekulan. Dengan begitu, harga jual yang diterima petani pun dipastikan lebih tinggi dan kesejahteraan petani dipastikan bisa segera terwujud," katanya.

Selain itu, sebagai upaya untuk memajukan sektor pertanian, Pemkab Badung juga akan kembali menggelar Festival Budaya Pertanian (FBP) ke-7 pada 19-22 Juli 2018 mendatang di kawasan Jembatan Tukad Bangkung Pelaga Petang, Badung.

Geberan festival bertema "Giri Amertaning Bhuana itu bertujuan untuk menjaga image pertanian kawasan Badung Utara, menggali semangat budaya pertanian dan menciptakan pasar produk pertanian yang langsung melakukan proses transaksi petani setempat. Festival itu bisa menginisiasi tumbuhnya sinergi pertanian dan pariwisata, serta merintis tumbuhnya ekonomi kreatif dan daya saing yang berbasis pada sektor pertanian.

Ada sejumlah inovasi dan kegiatan baru dalam penyelenggaraan FBP 2018 seperti stan kopi yang promosikan kopi dan barista lokal, gelaran Badung Fun Run Festival 2018 dan optimalisasi peran desa lokus. Untuk itu, peran Kelompok Wanita Tani, masyarakat, pelajar dan generasi muda sebagai media edukasi dan investasi, pertanian hemat lahan hidroponik, inovasi budaya bawang dan cabai, inovasi pelayanan publik serta penguatan desa wisata.



Tags :