Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Belajar Dan Bermain Sambil Wisata Edukasi


   Share :


Wirnata


Oleh: Wuryanti Puspitasari
       Siang hari itu, matahari bersinar terang, menemani tawa riang anak-anak di objek wisata The Village. Objek wisata edukasi tersebut berlokasi di Jalan Raya Baturraden, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Di salah satu sudut objek wisata itu, terdapat kandang hewan berjejer dengan desain yang sangat menarik, mulai dari kandang sapi, domba, kelinci, hingga kandang kuda.
       Sebagian anak-anak terlihat asyik memerhatikan sapi dan domba, sebagian lagi terlihat sibuk memberi makan kelinci, dan sebagian lainnya sedang menunggang kuda dengan didampingi orang tuanya dan juga pemandu yang bertugas. Selain kandang hewan, objek wisata tersebut juga menyediakan berbagai wahana lain sekaligus lokasi swafoto yang menarik untuk diunggah ke media sosial.
       Pengamat pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Chusmeru mengatakan, aktivitas memberi makan hewan merupakan salah satu bentuk kegiatan wisata edukasi yang sangat baik bagi tumbuh kembang anak-anak. Dengan kegiatan sederhana itu, anak bisa bermain sambil mengenal nama-nama hewan hingga jenis makanan. Konsep wisata edukasi perlu ditingkatkan sebagai alternatif destinasi yang dapat menarik minat wisatawan khususnya generasi muda.
       Pemerintah pusat maupun daerah serta pengelola objek wisata dan pihak terkait lain, perlu meningkatkan promosi destinasi wisata edukasi, mulai dari sekolah-sekolah hingga promosi melalui media sosial. Pemerintah juga dapat mengupayakan agar wisata edukasi menjadi bagian dari kurikulum sekolah atau bagian dari proses belajar mengajar. Bahkan jika perlu, pemerintah dapat mencanangkan gerakan wisata edukasi secara nasional mengingat banyaknya manfaat positif dari kegiatan bermain sambil belajar bagi anak-anak.
       Dia menjelaskan, wisata edukasi adalah konsep dan kegiatan yang memadukan unsur wisata atau rekreasi dengan unsur muatan pendidikan. Dampak positif wisata edukasi antara lain adalah dapat menumbuhkan rasa cinta bangsa, negara dan Tanah Air. Serta menambah pengetahuan tentang potensi sumber daya alam, sosial budaya, politik, dan ekonomi bagi para pelajar. Misalnya, melalui wisata edukasi, siswa dapat mengenal nilai-nilai luhur dan sejarah perjuangan bangsa serta keragaman budaya nusantara.
       Wisata edukasi mendorong sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan alam, lingkungan dan warisan sosial budaya, serta dapat menumbuhkan pusat-pusat kegiatan sosial budaya di daerah. Wisata edukasi juga dinilai memiliki manfaat secara ekonomi, yaitu dapat turut mendongkrak pendapatan nasional dan daerah dari sektor pariwisata mengingat tingginya jumlah pelajar di Tanah Air.
       Wisata edukasi juga dinilai dapat memacu tumbuhnya industri dan ekonomi kreatif di daerah, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Wisata edukasi bisa dilakukan sebagai salah satu bentuk ekstrakulikuler sekolah maupun bagian dari rencana pembelajaran semester mulai dari SD hingga SMA bahkan perguruan tinggi.
       Konsep wisata edukasi bisa dilakukan dalam berbagai kegiatan, mulai dari dalam ruang seperti museum, laboratorium, galeri seni budaya, studio, gedung kesenian dan  teater. Atau bisa juga luar ruang seperti taman rekreasi, kebun binatang, monumen, candi, perkebunan, hutan, danau, pantai, sungai, gua, konser musik, festival seni, hingga karnaval. "Wisata edukasi juga bisa disesuaikan antara bidang ilmu yang dipelajari di sekolah dengan tema wisata yang dilakukan, misalnya ilmu sejarah ke museum atau monumen, ilmu biologi atau botani ke taman, perkebunan, kebun binatang dan sebagainya," katanya.
       Karena itu, konsep wisata edukasi perlu dirancang secara menyeluruh dengan melibatkan unsur pemerintah, pemangku kepentingan pariwisata, akademisi, termasuk juga pelaku pendidikan, agar tepat sasaran. Namun, para pihak terkait perlu secara terus menerus melakukan peningkatan dan pemuktahiran di lokasi objek wisata tersebut. "Misalkan, informasi-informasi terkait nilai edukasi di objek-objek wisata perlu terus ditambah, dan diperbaharui agar menyesuaikan perkembangan masa kini," katanya.
       Dia mencontohkan, dibuat narasi yang bisa menginformasikan makna edukasi di setiap objek secara mendalam dengan konsep yang menarik guna menumbuhkan minat generasi muda untuk membacanya. "Kalaupun tidak ada pemandu wisata di objek wisata tersebut, bisa dibuat narasi kecil yang bisa menginformasikan tentang makna edukasi di setiap objek dengan konsep yang kekinian agar generasi muda tertarik untuk membaca dan mempelajari nilai-nilai di dalamnya," katanya.
       Pengunjung bisa juga sambil menyaksikan even di objek tersebut seperti pentas seni, pameran dan lomba kreativitas.  Selain di Kabupaten Banyumas, konsep wisata edukasi juga terus dikembangkan di berbagai daerah lainnya, termasuk di Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pemkab Purbalingga komitmen untuk mengembangkan wisata edukasi di wilayah setempat.
       Destinasi wisata edukasi yang sudah dikembangkan seprti Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuranmas yang berlokasi di Desa Purbayasa, Kecamatan Padamara. Wisata edukasi di Taman Wisata Pendidikan Purbasari dinilai menambah wawasan pengunjung termasuk anak-anak terkait sektor peternakan dan perikanan.  Ada juga Goa Lawa Purbalingga (Golaga) yang merupakan alternatif untuk berwisata sekaligus mempelajari sejarah pembentukan gua.



Tags :