Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Peduli Anak Yatim, GWS Kunjungan Sosial ke Panti Asuhan


   Share :


DPW GWS Bali saat melakukan kegiatan sosial ke Panti Asuhan Sunya Giri.

Wirnata

Oleh: Wirnata
    Menyambut Hari Raya Galungan, Kuningan dan Waisak, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) Provinsi Bali berbagi kasih ke Panti Asuhan Sunya Giri, Tunjung Sari, Padang Sambaian Kaja, Denpasar Barat, Sabtu (26/5).  Rombongan DPW GWS Bali diterima pengelola Panti Asuhan Sunya Giri, Ketut Alit Rahadiana dan sejumlah anak penghuni panti.
       Ketua DPW GWS Bali, Komang Dyah Stuti merasa senang dapat diterima dengan baik di Panti Asuhan Sunya Giri. Harapnya, kegiatan sosial ini bisa meningkatkan motivasi dan solidaritas terhadap anak -anak yang kurang mampu. “Semoga bantuan yang kami berikan bermanfaat terhadap anak-anak penghuni Panti Asuhan Sunya Giri, dan mereka selalu besemangat sekolah meskipun berada di panti,” ujar Dyah Stuti. Adapun bentuk sumbangan berupa uang tunai dan sembako seperti beras, mie instan, telor, sabun mandi, pasta gigi dan minyak goreng.
       Pengasuh Panti Asuhan, Ketut Alit Rahadiana menceritakan sejarah berdirnya Panti Asuhan Sunya Giri. Beliau menuturkan bahwa tanah yang menjadi panti adalah milik sendiri dan berdiri sejak tahun 2001. Sang pendiri adalah ayahnya yang menjadi kepala sekolah dan sering diundang sebagai pembicara hingga ke pulau jawa. Berawal dari keprihatinan melihat banyak anak putus sekolah hingga berniat membuat panti.
       Untuk tahun ajaran ini Panti Asuhan Sunya Giri membiayai 34 anak yang terdiri dari 3 murid SD, 16 siswa SMP dan 15 siswa SMA.  Namun yang tinggal di panti hanya 15 anak karena terbatasnya tempat. “Di sini kami tidak hanya menerima anak yatim piatu, namun anak yang masih memiliki orang tua juga kami terima, tetapi mereka tinggal di rumah sendiri,” ujar pria berusia 53 tahun itu.
       Ketut Alit merasa bersyukur, karena ada saja yang melakukan bakti sosial untuk membantu anak-anak seperti yang dilakukan DPW GWS Bali. Memang terkadang kendala kami adalah keterbatasan dana jelang ujian sekolah dan tahun ajaran baru. Namun kami tetap bersyukur, karena ada saja orang yang peduli dengan anak-anak panti sehingga semua bisa berjalan,”ucapnya.



Tags :