Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Sate Susu Untuk Berbuka


   Share :


Wirnata


       Masyarakat Muslim Bali di kawasan Kampung Jawa, Wanasari, Kota Denpasar, menyukai sajian kuliner khusus untuk menu berbuka puasa, yakni sate susu. "Saya ke pasar di Kampung Jawa yang menjual sajian khusus berbuka puasa dan saya datang untuk membeli sate susu untuk keperluan berbuka puasa bersama keluarga," kata warga Jl Gatot Subroto, Denpasar, Febi di Kampung Jawa, Denpasar, Kamis 924/5).
       Menurut dia, sate susu itu yang berasal dari susu sapi itu terasa lebih empuk dibandingkan dengan sate daging. Lokasi di depan Masjid Baiturahman, Wanasari, Kampung Jawa, Denpasar itu berubah menjadi pasar dadakan pada setiap bulan suci Ramadhan tiba.
       Di kampung itu, sebagian pedagang yang menjual berbagai jenis menu untuk berbuka puasa banyak menyajikan sajian kuliner khusus untuk berbuka, salah satunya adalah sate susu. "Banyak warga Muslim Bali yang mencari sajian kuliner untuk berbuka puasa seperti sate susu sapi karena alasan tertentu," kata penjual sate susu, Rahmad.
       Selain itu, warga Muslim Bali percaya bahwa sate susu itu dapat menghangatkan tubuh. Tidak hanya menjual menu sate susu yang berbahan dasar dari daging sapi, namun ia juga menjual beragam sate lainnya, seperti sate usus sapi dan sate sumsum. "Sate susu setiap harinya selalu habis terjual. Rata-rata pembeli bisa memesan 30-50 tusuk. Kalau sate lilit, harga per-tusuk hanya Rp 1.000, sedangkan untuk sate susu saya jual per-tusuk Rp 2.000," katanya.
       Pasar dadakan di Kampung Jawa itu juga menjual berbagai sajian berbuka puasa, seperti nasi campur, es kolak, es campur, es buah, camilan, dan sebagainya. Masjid Baiturrahman juga mengadakan berbuka puasa bersama di dalam masjid dengan penataan takjil secara memanjang seperti layaknya gaya berbuka puasa di Masjidilharam. (Pande Yudha/Dewa Wiguna)
Alasan Kurma Bagus Untuk Berbuka
       Sebagian muslim memilih berbuka puasa dengan menyantap kurma, karena memiliki sejumlah manfaat secara ilmiah seperti kata para peneliti dari Birmingham City University di Inggris. Peneliti seperti dilansir Al Jazeera mengatakan, kurma merupakan makanan kaya energi dengan gula alami dan menyantapnya saat berbuka merupakan cara tepat untuk mengembalikan energi tubuh secara cepat.
       Seperti dilansir Livestrong, konsumsi kurma tak akan meningkatkan kadar gula darah karena indeks glikemiknya rendah. Kurma untuk berbuka juga disarankan ahli nutrisi dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Dr. Rita Ramayulis, karena mengandung glukosa, fruktosa dan sukrosanya. Di samping itu kurma juga kaya serat, kalium, potassium dan vitamin A.
       "Konsumsi kurma basah, kalau enggak ada kurma kering. Satu kurma mengandung glukosa, fruktosa, sukrosa, serat, kalium, potassium dan vitamin A. Perpaduan sukrosa, glukosa dan fruktosa bisa menaikkan kadar gula sekaligus menstabilkannya," kata Rita dalam sebuah kesempatan.
       Peneliti mengungkapkan, usai berbuka puasa dan saat tiba waktu makan, sebaiknya pilihlah yang seimbang yakni makanan mengandung karbohidrat seperti kentang, nasi dan roti, bersama dengan asupan sayuran yang baik, protein seperti daging atau ikan, dan susu untuk lemak alami.



Tags :