Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Mahasiswa Univet Sukoharjo KKL Ke Denpasar


   Share :


Mahasiswa Univet Sukoharjo, Jawa Tengah saat KKL ke Pak Oles Green School (POGS) Kesiman, Denpasar Timur.

Wirnata

Oleh: Wirnata
       Puluhan mahasiswa/i Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo (Univet Sukoharjo), Jawa Tengah melakukan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke Pak Oles Green School (POGS) Jalan Waribang, Kesiman, Denpasar Timur, belum lama ini. Para peserta  diterima Koenjoro Adijanto, Kepala POGS. Koenjoro menceritakan cikal bakal berdirinya sejarah PT Karya Pak Oles Tokcer yang eksis dengan produk herbal dan pertanian.
       “Teknologi EM (effective microorganisms) temuan dari Prof Dr Teruo Higa dari University of The Ryukus, Okinawa, Jepang yang dibawa oleh Gede Ngurah Wididana ke Indonesia dengan mengaplikasikan teknologi tersebut menjadi banyak produk turunan kesehatan dan kecantikan. Salah produk andalan itu adalah Minyak Oles Bokashi. EM sendiri dikembangkan untuk menunjang pembangunan pertanian ramah lingkungan, menekan penggunaan pupuk kimia dan pestisida dengan sistem alami yang  bisa meningkatkan produktivitas tanah, mengurangi biaya produksi dan menghasilkan bahan pangan yang bebas bahan kimia sehingga sehat dikonsumsi,” ujar Koenjoro.
       Pemateri lain pada kesempatan itu, Drs I Gusti Ketut Riksa. Riksa sendiri menjadi salah seorang instruktur di Institut Pengembangan Sumber Daya Alam (IPSA). Di hadapan rombongan mahasiswa, dia menekankan agar dapat menjadi motivator pertanian organik baik kepada petani maupun dalam hidup bermasyarakat. Dengan begitu, lambat laun para petani secara bertahap mengurangi bahkan meninggalkan pestisida kimiawi dari lahan-lahan pertanian dan perikanan serta lingkungan hidup. “Nenek moyang kita pada zaman dahulu lebih segar dan sehat karena sering konsumsi tanaman yang bernyawa karena organik. Sekarang justru tanaman serupa kebanyakan mengandung pestisida yang tidak baik untuk kesehatan dan merusak lingkungan,” ujar mantan Kadis Pertanian Bangli  itu.
       Di POGS, mahasisiwa/i Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo melihat ratusan jenis tanaman obat plus manfaatnya. Dra Tri Wiharti, M.Si, Ketua Program Studi Pendidikan Biologi mengatakan, kehadiran mereka di POGS merupakan bagian dari program KKL yang digelar setiap tahun. “Di tempat ini mahasiswa bisa melihat berbagai jenis tanaman obat lengkap dengan manfaatnya. Selain itu, mereka dapat mengamati sistematik tumbuhan tinggi atau tumbuhan berbiji, memiliki akar, batang dan daun sejati serta organ tambahan seperti bunga dan buah,” ujarnya.
       Drs. Agus Purwanto, M.Pd, Dosen Program Studi  Pendidikan Biologi mengatakan, POGS merupakan tempat yang bagus sebagai sarana belajar. “POGS cocok sebagai modul belajar bagi kalangan pelajar dari tingkat Paud hingga Universitas,”ujarnya.



Tags :