Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Kebijakan Bawang Putih Harus Pro Rakyat


   Share :


Wirnata


       Kebijakan pemerintah terkait bawang putih harus tetap berpihak kepada rakyat, salah satunya dengan langkah pemerintah menyediakan lahan dan bibit bawang putih bagi petani lokal. "Kami minta pemerintah menyediakan lahan dan bibit bawang putih, hal itu menjadi kewajiban pemerintah," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR, Viva Yoga Mauladi di Jakarta saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Asosiasi Pengusaha Bawang Putih dan para importir bawang putih.
       Yoga menjelaskan Kementerian Pertanian membuat Permentan 16/2016 yang mewajibkan para importir bawang putih diwajibkan melakukan pengembangan penanaman bawang putih dalam negeri dengan ketentuan bisa menghasilkan 5% dari volume permohonan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) per-tahun. Apabila para importir tidak bisa memenuhi hal itu, maka sudah sepantasnya tidak diberikan RIPH.
       Dalam RDP itu, perwakilan Importir bawang putih, Purwani mengeluhkan kebijakan Kementan yang mewajibkan semua importir menanam bawang putih, 5% dari volume permohonan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) per tahun. Keluhannya itu bukan soal kewajiban tanam bawang itu yang menjadi masalah namun tidak adanya lahan untuk ditanami bawang putih.
       "Akan terjadi kanibalisme lahan, artinya lahan yang produktif diganti menjadi bawang putih, nah sesuai dengan Permentan yang baru 38 tahun 2018 pasal 33 ayat 1 itu semua dianjurkan lahan baru, untuk ditanam. Tapi lahan baru kondisi alam di Indonesia ini susah," ujar Purwani.
       Pihaknnya sudah pernah menanam bawang namun kendala utama adalah tidak adanya lahan untuk ditanami. Dia mencontohkan di daerah Bondowoso, Jawa Timur, dirinya mengirim bibit bawang putih 8 ton ditanam hanya 8 hektar, namun sisanya tidak ditanam sampai bibitnya kempes.
       Dirinya diberikan lokasi yang lain yaitu di lereng bukit Argopura yang jaraknya jauh, lalu ke Kintamani malah ditolak petani lokal karena lebih memilih menanam kentang. Ketua Asosiasi Pengusaha Bawang Putih Indonesia Piko Nyoto mengatakan, pihaknya selama ini serius menanam bibit bawang putih dan menampik tudingan bahwa importir bawang putih berada di balik melambungnya harga komoditi tersebut.



Tags :