Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Lampung Luncurkan Toko Tani Indonesia


   Share :


net


Oleh: Agus Wira Sukarta
       Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan Toko Tani Indonesia Centre (TTIC) guna mendukung ketersediaan komoditas strategis. "Provinsi Lampung mendukung keterjangkauan dan stabilitas komoditas strategis pangan nasional, khususnya pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) atau bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Karena itu dengan adanya Toko Tani diharapkan mampu mendukung ketersediaan dan keterjangkauan komoditas strategis pangan untuk masyarakat Lampung," ujar Irjen Kementerian Pertanian  Justan Riduan Siahaan, di Bandarlampung, Rabu (25/4).
       Acara peluncuran bertepatan dengan apel siaga Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) tingkat Provinsi Lampung. Dalam peluncuran TTIC tersebut, ada kesepakatan bersama antara Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung bersama Perum Bulog Divre Lampung dan PT Indoguna Utama tentang kepastian distribusi pangan. Juga pengiriman beras organik ke TTIC Jabodetabek 10 ton.
       TTIC Lampung harus mampu menunjukkan dan meyakinkan bahwa pemerintah hadir dan siap memastikan ketersediaan komoditas strategis seperti beras kepada masyarakat, khususnya di Lampung. TTIC dimulai sejak 2016 dan hingga kini tersebar di 19 provinsi di Indonesia, termasuk Lampung. Tahun 2017, TTIC berhasil meredam gejolak harga/instabilitas.
       Provinsi Lampung telah menyangga dan mendukung stabilitas komoditas pangan di Jakarta. "Beberapa kabupaten yang ada di Provinsi Lampung seperti Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Way Kanan dan Lampung Utara menjadi kabupaten penyangga komoditas strategis di Jakarta, khususnya pada saat HBKN," jelasnya.
       Lampung merupakan daerah surplus beras yang secara terus menerus mengirim ke Jabodetabek. "Lampung memiliki beras yang cukup, bahkan surplus beras. Dan juga terdapat Peraturan Gubernur yang mengatur agar padi tidak keluar dalam bentuk gabah. Bukan hanya beras, Lampung juga mendukung komoditas strategis lainnya," ujar Justan Riduan.
       Karena itu, Justan berharap peresmian TTIC mampu menjadi momentum untuk mempersiapkan dan merencanakan dalam menyediakan bahan pokok strategis dengan harga terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat Lampung, khususnya pada HBKN pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Pelaksana Tugas Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat menjelaskan Lampung merupakan produsen dari beberapa komoditas pangan seperti beras, jagung, gula, bawang, singkong dan daging.
       Berbagai komoditas itu diutamakan terlebih dahulu untuk Lampung. Kalau sudah tercukupi, baru akan mensuplai keluar Lampung. "Bukan hanya ketersedian saja, tetapi juga keterjangkauan bagi masyarakat Lampung lebih diutamakan. Untuk itu, kita akan menyosialisasikan ke masyarakat bahwa kita memiliki TTIC dengan harga terjangkau dan kualitasnya baik," jelasnya.
       Pengembangan TTIC di Lampung berperan untuk stabilkab harga pangan dan peningkatan akses pangan di kabupaten/kota. Apel siaga persiapan HBKN merupakan langkah konkrit enyediakan pangan murah dan berkualitas bagi masyarakat Lampung hadapi HBKN 2018.  Aksi itu sangat ditentukan kerja sama dan komitmen dari berbagai pihak. "Melalui TTIC dan Apel Siaga HBKN diharapkan mampu memberikan manfaat yang besar bagi semua pihak, terutama untuk terlaksananya keterjangkauan dan ketersediaan komoditas strategis pangan untuk masyarakat Lampung," harap Taufik.
       Komoditas strategis yang tersedia di TTIC Lampung, beras premium (Rp 8.800/kg), beras organik (Rp 18.000/Kg), beras SJ (Rp 12.800/kg), beras srikandi (Rp 12.000/kg), beras 'dua koki' (Rp 12.800/kg), beras siger tiwul (Rp 15.000/kg), beras merah (Rp 25.000/bks), minyak goreng (Rp 10.500/kg). Gula pasir (Rp 12.000/Kg), bawang merah (Rp 26.000/kg), bawang putih (Rp 20.000/kg), cabai merah (Rp 21.000/kg), madu manis besar (Rp 110.000/kg), madu manis kecil (Rp 50.000/kg), madu pahit besar (Rp 120.000/kg), madu pahit kecil (Rp 50.000/kg), kopi arabika (Rp 40.000/kg), kopi blend (Rp 30.000/bks) dan Jambu (Rp 15.000/kg).



Tags :