Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Masyarakat Jangan Terpengaruh Promosi Obat Tradisional


   Share :


Sejumlah pengunjung membeli produk berbahan herbal pada acara Denpasar Festival.

Wirnata

Oleh : Munawar Mandailing
       Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sumatera Utara mmeinta masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dengan berbagai promosi obat tradisional yang banyak dipasarkan, karena dinilai belum tentu objektif. Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Abubakar Siddik di Medan, Senin, mengatakan promosi obat tersebut, dinilai sering berlebihan sehingga harus mendapat pengawasan dari Balai Besar Pengawasan Obat Makanan (BBPOM) Medan dan instansi terkait.  Sebab, banyak ditemui produsen obat tradisional yang mempromosikan produk mereka, dapat menyembuhkan segala jenis penyakit yang diderita masyarakat mau pun konsumen. "Promosi produsen obat di sejumlah media massa itu juga dapat membingungkan masyarakat," ujar Abubakar.
Selain itu promosi mengenai makanan dan suplemen yang berasal dari luar negeri, juga harus mendapat pengawasan ekstra ketat dari petugas BBPOM Medan. Karena makanan dan obat-obatan tersebut beredar di berbagai daerah di Provinsi Sumatera Utara, dan diduga tidak memiliki izin edar, serta tanpa diketahui oleh BBPOM Medan. "Sehubungan dengan itu, petugas BBPOM Medan dapat bekerja sama dengan Kepolisian melaksanakan razia makanan, dan suplemen kesehatan yang dianggap bermasalah, serta dapat merugikan masyarakat," ucapnya.
Pemerintah melalui BBPOM Medan harus bertanggung jawab mengenai peredaran obat herbal, makanan dan suplemen kesehatan yang dianggap bisa menimbulkan risiko bagi konsumen mengonsumsi produk tersebut. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan UU Perlindungan Konsumen. Perlindungan konsumen dan masyarakat harus tetap dijaga agar tidak menimbulkan masalah. "Pemerintah diharapkan tetap melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap produsen obat tradisional," kata Ketua YLKI Sumut itu.



Tags :