Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Usaha Tenun Tradisional Muna Barat Kesulitan Pemasaran


   Share :


net


       Pelaku usaha tenun tradisional Kabupaten Muna Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara kesulitan memasarkan hasil tenunan karena tidak ada penampung atau distributor yang memiliki jaringan bisnis luas. "Sebenarnya produksi tenunan bisa ditingkatkan dalam jumlah banyak tetapi mau dipasarkan kemana. Sampai saat belum menemukan penampung atau agen pemasaran ke luar daerah," kata Pembina kelompok tenun tradisional Muna Barat Waode Maesina (53) di Kendari, Kamis (26/4).
       Hasil tenunan berupa sarung, baju, celana dan rok hanya diperjual belikan untuk kebutuhan lokal dalam jumlah terbatas sehingga penenun tidak menghasilkan produksi maksimal. Satu lembar sarung motif lokal membutuhkan waktu pengerjaan empat hari, sedangkan baju dengan motif yang bervariasi dikerjakan hingga 10 hari.  Harga satu lembar sarung Rp 250.000, satu lembar baju yang bermotif menarik dipasarkan seharga Rp 400.000 hingga Rp 700.000 sedangkan rok relatih terjangkau seharga Rp 200.000 per lembar.
       Selain kesulitan pemasaran karena tidak ada penampung yang membangun jaringan penjualan ke luar daerah juga pelaku usaha tenun tradisional membutuhkan dukungan modal usaha untuk pengadaan bahan baku dan insentif tukang tenun. "Tahun 2017, pengelola/pendamping bersama tukang tenun mengikuti pameran tenun tradisional di Jakarta dan Manado. Melalui pameran itu diharapkan tenunan Muna Barat makin dikenal luas hingga akhirnya memutuskan membeli atau ada yang bersedia menjadi distributor di daerah masing-masing," katanya.
       Kadiskop dan UKM Sultra, Hery Alamsyah mengapresiasi tekad kelompok tenun tradisional Kabupaten Muna Barat yang terus memproduksi sarung, baju, rok dan lain lain walaupun hanya untuk penjualan lokal. "Dinas Koperasi dan UKM sudah ikut berupaya mencari peluang pemasaran tenunan tradisional Sultra melalui pameran produk industri kecil di sejumlah daerah di Indonesia. Manfaatnya belum dirasakan sekarang tetapi di masa-masa mendatang menjadi peluang yang menjanjikan," kata Hery.



Tags :