Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Diplomasi Budaya dan Perdamaian


   Share :


Akin


Oleh: RD. Maxi Un Bria*
      Kalau mau melihat peradaban klasik, datanglah ke Eropa. Kalau mau saksikan peradaban modern datanglah ke Amerika. Begitulah bunyi adagium klasik tersebut. Peradaban klasik selain ditandai kemajuan filsafat Barat yang dominan diiikuti  bangunan klasik nan megah dengan nilai artistik yang tinggi.
      Sementara peradaban modern ditandai perpaduan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih yang dikendalikan manusia. Contoh, masyarakat Amerika Serikat (AS) boleh berbangga karena putera-putera terbaiknya sering mendarat di luar angkasa via  missi Apollo. AS dengan kemajuan peradaban modern menjunjung tinggi disiplin dan keteraturan sebagai habitus of life.
      Pada 16-17 Maret 2018 AS menggelar promosi budaya dan pariwisata bertema Dallas Adventur Show 2018. Event  khusus untuk menampilkan berbagai kekayaan budaya dan wisata yang direkomendasikan untuk menjadi tujuan perjalanan wisata.  AS miliki kepentingan selain melibat berbagai perwakilan negara dari seluruh dunia, tetapi Amerika sendiri ingin memastikan bahwa semua tempat yang layak dijadikan destination of torism, sungguh nyaman dan aman bagi warganya.
      Minimal 80-an negara terlibat dalam event bertajuk The Beauty of East Nusa Tenggara Indonesia, khususnya budaya dan keindahan Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Delegasi dari daerah berjuluk Flores Sumba Timor Alor (Flobamora), nama ke-4 pulau terbesar daerah itu juga menampilkan Tarian Tebe Kancing. Pengunjung terpesona akan budaya, destinasi terbarukan juga motif dan corak kain tenun ikat asal Belu yang sangat beragam.
      Ada beberapa hal yang patut dimaknai. Pertama; presentasi budaya, promosi pariwisata dan berbagai informasi trevel tentang Indoensia mendapat tanggapan positif pengunjung. Kedua; human capital, kesadaran antri dan disiplin menjadi tuntutan universal yang mesti dibudayakan sebagai habitus yang mendukung peradaban moderen.
      Ketiga; semaju-majunya masyarakat Amerika  mereka tertarik sama kearifan lokal dan produk lokal yang dihasilkan secara handmade. Seperti kain tenun Timor, NTT yang begitu dikagumi. Keempat; pameran kebudayaan dan promosi wisata tetap relevan digelar sebagai jembatan bagi orang-orang yang mencintai budaya, dan suka dengan damai dan sukacita. Yang terlibat dalam helatan itu, orang-orang ber-aura sukacita , friendly dan penuh suasana damai.
      Diplomasi budaya menjadi salah satu jalan untuk mempererat persahabatan dan perdamaian dan pada saat yang sama terkoneksi dengan bangsa lain. Di titik itu, belajar sesuatu yang bermanfaat untuk hidup dan peradaban yang manusiawi di era global.
      Dunia memang sempit oleh teknologi komunikasi, sebagai bagian dari kemajuan peradaban moderen yang terus dimaknai dan dirayakan dalam hidup. Di atas semua itu, budaya yang baik dan keindahan alam setiap negara menjadi anugerah dan hadiah istimewa dari Tuhan. Karenanya manusia wajib merawat guna hadirkan perdamaian dan sukacita persahabatan lintas budaya dan negara.
      Di akhir tulisan ini saya ingat sebuah ungkapan di Texas yang berbunyi Every big in Texas. Segala sesuatu besar di Texas. Topi koboy besar, sepatu bot besar, sapi dan kuda besar, manusianya besar, makan pun dengan porsi yang besar. Di atas semuanya manusia berjiwa dan berpikir besar untuk melakukan hal-hal besar demi kemajuan dan peradaban dunia. Kebesaran masyarakat Amerika sejatinya terlihat pada keteraturan dan disiplin. Di saat lampu merah pada perempatan jalan tidak berfungsi, semua mobil dengan teratur mengikuti alur penyeberangan secara bergantian seperti layaknya  lalu lintas sedang berfungsi. Tidak ada keributan, suara klakson, tidak ada bunyi gas mobil. Yang terlihat semua antri.  
      Satu lagi di Kota Fort Worth Dallas-Texas ada pemandangan indah setiap jam 11 dan jam 2 sore, adalah waktu untuk lewatnya rombongan sapi Texas di jalan utama Fort Wort menjadi pemandangan yang indah bagi masyarakat kota dan para wisatawan. Di pinggir jalanan masyarakat dengan sabar mengabadikan momentum yang istimewa sebagai sebuah keindahan dan tontonan menarik, dengan  sabar mobil memberikan kesempatan bagi sapi untuk menggunakan jalan raya. Secara jenaka saya berkomentar, ‘’Di Texas Amerika, sapi-sapi pun ada roster-jadwal untuk melewat di jalanan kota apalagi manusia”.
      Ternyata kesadaran dan disiplin yang tinggi dalam tatanan hidup bermasyarakat dan bernegara menjadi kunci keteraturan dan kemajuan peradaban modern. Jika kita ingin menjadikan diri sebegai bagian dari masyarakat peradaban moderen, kita memang mesti mengembangkan kekuatan kebiasaan baik (The power of habit)  untuk mengembangkan disiplin diri dan pengembangan human capital sebagai bagian dari hidup. Kita membangun kesadaran diri dan pemahaman bahwa keberadaan kita bermakna dan berguna bila kita ikut berkontribusi bagi kemajuan peradaban modern dan perdamaian dunia.
*Dosen Sekolah Tinggi Pastoral Keuskupan Agung Kupang



Tags :