Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Produksi Dawet Temu Ireng Dipromosi Media Sosial


   Share :


net


Oleh: Sutarmi
      Kelompok Tanaman Obat Keluarga Herbal Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memproduksi dawet berbahan baku temu ireng yang dipromosikan di objek wisata dan media sosial.
      Ketua Kelompok Tanaman Obat Keluarga Herbal Gerbosari Bambang Suryanto di Kulon Progo, Senin (23/4) mengatakan kelompok ini bergerak di bidang pangan dan memproduksi jamu tradisional yang kemudian mendorong untuk membuat inovasi dawet temu ireng sejak tiga bulan terakhir. "Di Samigaluh merupakan sentra penghasil produk empon-empon. Muncul inovasi salah satunya dawet berbahan baku temu ireng. Temu ireng ini jarang dimanfaatkan untuk jamu sehingga mendorong kami berinovasi," kata Bambang.
      Temu ireng bermanfaat untuk menambah nafsu makan dan obat cacing. Dawet temu ireng ini dibuat untuk mendukung program pengentasan kasus stunting di daerah ini. "Dawet temu ireng ini dapat menambah nafsu makan dan mengobati cacingan. Dawet ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan masyarakat," katanya.
      Saat ini, produksi dawet ireng dipasarkan melalui pameran, pesanan, dan objek-objek wisata. Harga tepung dawet temu ireng Rp 50 ribu per kilogram sehingga masyarakat yang mau membeli produknya bisa meyeduh sendiri. "Selain dalam bentuk olahan berbentuk cendol, kami juga menjual dalam bentuk tepung kemasan. Kami berharap produk kami dapat diterima semua kalangan," katanya.
      Kabid Perindustrian Disdag Kulon Progo, Dewantoro mengatakan pihaknya mendorong masyarakat berinovasi dengan potensi lokal yang ada. Di Kulon Progo kaya dengan bahan baku lokal dan memiliki keunikan. Untuk itu, masyarakat harus berani melakukan inovasi supaya produk mereka diterima konsumen luas. Hal ini membutuhkan kejelian dan keuletan melihat potensi pasar. "Kami berharap masyarakat mengembangkan potensi lokal untuk menghasilkan produk yang digemari masyarakat luas," katanya.



Tags :