Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Komunitas Tani Madura Kembangkan Labu Madu


   Share :


Seorang petani sedang memanen labu madu.

net


Oleh: Abd Aziz
       Komunitas Ngaji Tani Nusantara kini mengembangkan tanaman labu madu atau labuma sebagai komuditas pertanian alternatif selain tembakau yang biasa ditanam masyarakat petani di Pulau Madura, Jawa Timur, saat kemarau. "Selain berarti labu madu, 'Labuma' ini juga kita artikan 'Labu Bertani untuk Maju," ujar pendiri Komunitas Ngaji Tani Nusantara, Abdus Salim di Pamekasan, Kamis (15/3).
       Dalam keterangan persnya yang disampaikan kepada Antara, Abd Salim menjelaskan, Buma juga merupakan nama kampung di Dusun Gunung, Desa Kaduara Timur, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, tempat labu madu itu dikembangkan. Bermula dari tanaman labu madu yang ditanam di pekarangan rumah Sama (47) yang telah membuktikan kepiawaiannya dalam merawat tanaman yang banyak digemari warga negara Eropa tersebut.
       Selain kandungan nutrisi dan manfaatnya yang banyak untuk kesehatan, buah labu madu yang tergolong jenis tanaman sayur ini, rasanya juga sangat enak karena manis seperti gula dan tekstur daging buahnya lembut seperti mentega. Apalagi, harga labu madu juga masih lebih tinggi dibanding jenis labu-labu lokal lainnya yang ditanam warga sekitar.
       Hanya dengan bermodalkan 4 butir benih labu madu impor yang didapatkannya dari Komuntas Ngaji Tani Nusantara, Sama' kini bisa menghasilkan jenis labu menjadi ratusan benih. Melalui Komunitas Ngaji Tani yang diikutinya bersama rekan-rekan jamaah lainnya itu, Sama' mulai mengajak tetangga sekitar dan warga kampung untuk belajar dan mempraktikkan budi daya labu madu. "Saat ini sudah ada sekitar 30 orang petani di kampung kami yang mulai bergabung merespons ajakan Komunitas Ngaji Tani Nusantara dalam pengembangkan labu madu," ujar Sama'.
       Gagasan yang diusung komunitas ini untuk proses pengembangannya telah didesain dengan model  start up pertanian yang tidak lagi bermodelkan hulu-hilir (pipes model), akan tetapi dengan platform model yang mengedepankan pola integrasi dan kolaborasi serta berlandaskan pada potensi kearifan lokal dan juga semangat gotong-royong warga di kampung. "Alasan kami cukup kuat kenapa kami ini perlu menggagas model start up pertanian dimulai dari kampung-kampung. Karena dunia pertanian kini tak bisa dipungkiri cepat atau lambat akan segera bertransformasi menjadi ekosistem terintegrasi yang berbasis digital," ujar pendiri Komunitas Ngaji Nusantara Abdus Salim.



Tags :