Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Jalan-Jalan Ke Tugu Khatulistiwa


   Share :


Dedi Priono

Oleh: Dedi Priono
                Tugu Khatulistiwa terletak sekitar 5 km sebelah utara Kota Pontianak, yaitu sebuah monumen terdiri dari 4 buah tonggak kayu belian (kayu besi), masing-masing berdiameter 0,30 meter, dengan ketinggian tonggak bagian depan sebanyak dua buah setinggi 3,05 meter dan tongga bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah setinggi 4,40 meter.
            Tugu  ini dikenal sebagai Equator Dunia atau sebagai titik  00,00 derajat. Selain itu, ditempat ini juga merupakan titik kulminasi matahari, yaitu sebuah fenomena alam ketika matahari tepat berda di garis Khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada di atas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda dipermukaan bumi. Pada peristiwa kulminasi tersebut, bayangan tugu akan “menghilang” beberapa detik saat diterpa sinar Matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain di sekitar tugu.
            Karena keunikan tersebut, Tugu khatulistiwa dijadikan ikon kota Pontianak, Kalimantan Barat , dan jadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi wisatawan.  Dari Lanud Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, tugu ini berjarak sekitar 30 km. Kira-kira waktu yang dibutuhkan 1,5 jam. Koran Pak Oles, sempat berkunjung dan melihat dari dekat tugu khatulistiwa yang fenomena ini.
      Fenomena kulminasi matahari  terjadi setahun dua kali, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September.Peristiwa alam ini menjadi event tahunan kota Pontianak yang menarik wisatawan. Meski kedatangan saat itu kurang tepat, tapi itu sebagai pengalaman sangat mengesankan.  Inilah salah satu keunggulan dari letak geografis indonesia. Laksana sebuah anugerah bagi bumi Nusantara.
            Seandainya bumi dibagi menjadi dua, bagian selatan dan utara. Maka kota Pontianak persis berada di tengah-tengah belahan tersebut. Maka sebagai penanda, dibangunlah sebuah tugu yang dinamakan Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument. Tugu ini dibangun pada tanggal 33 Maret 1928 oleh Rombongan Ekspedisi Internasional, yang dipimpin oleh seorang ahli geografi berkebangsaaan Belanda untuk menentukan titik atau tonggak Equator di Kota Pontianak.
            Berada di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Propinsi Kalimantan Barat, Tugu ini merupakan ikon dari kota Pontianak untuk menandai garis khayal pada garis lintang nol derajat yang terletak di Siantan, sekitar tiga kilometer dari pusat Kota Pontianak ke arah Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Pontianak. Hal yang unik dari tugu yang bertuliskan “EVENAAR” sepanjang 2,11 meter ini adalah saat terjadinya titik kulminasi matahari, yaitu fenomena alam ketika matahari tepat berada di garis Khatulistiwa.
            Pada saat itu matahari tepat berada di atas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda di permukaan bumi. pada kulminasi matahari kita juga dapat dengan mudah menegakkan telur ayam di sekitar tugu Khatulistiwa. Telur dapat berdiri tegak disebabkan di kawasan Tugu Khatulistiwa ini merupakan titik 0 (nol) derajat dan adanya titik kulminasi matahari. Telur yang biasanya posisinya berbaring dapat berdiri tegak, hal ini karena kulminasi matahari menghasilkan gaya gravitasi yang cukup kuat sehingga telurpun dapat berdiri.
            Keunikan ini yang menjadi daya tarik sendari dan mengundang wisatawan datang ke tempat ini. untuk tempat ini tidak dipungut biaya, hanya mengisi absensi dan uniknya, kita akan mendapatkan piagam bahwa kita telah mengunjungi tempat ini. Jika anda berkunjung ke Pontianak, tidak salahnya mengunjungi tempat ini, wisata seperti ini selain untuk rekreasi juga memberi manfaat untuk edukasi mengenai alam.
 



Tags :