Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Mendorong Farmasi Kembangkan Inovasi Herbal


   Share :


Puluhan mahasiswa/i Jurusan Farmasi Universitas Sandi Karsa Makassar, mengamati produk herbal Minyak Oles Bokashi di Industri Obat Trasisional (IOT) K

Wirnata

Oleh: Andi Firdaus
        Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek meminta seluruh industri farmasi di Indonesia untuk mengembangkan inovasi produk herbal demi pemenuhan hak kesehatan masyarakat. "Produk obat-batan itu untuk mengobati saat sakit, sedangkan herbal berguna untuk menjaga kesehatan dan ketahanan stamina. Perlu ada inovasi untuk pengembangan produk herbal agar kesehatan masyarakat dapat terjaga dengan adanya antisipasi," katanya.
       Hal itu dikatakan Nila usai meresmikan pabrik obat injeksi PT Ethica Industri Farmasi di Jalan Science Timur 2, Kawasan Industri Jababeka V Kavling B1B1, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Kamis (23/11).
       Saat ini ada sekitar 230 industri farmasi di Indonesia yang memiliki peran besar dalam pemenuhan kebutuhan farmasi masyarakat. Negara Indonesia merupakan kawasan tropis yang memiliki banyak tanaman asli daerah yang bisa dijadikan herbal. Potensi itu perlu ditangkap oleh produsen farmasi untuk pengembangan produknya. "Tanaman asli Indonesia diciptakan pasti memiliki manfaat positif bagi kesehatan kalau diproduksi secara benar. Untuk itu perlu ada inovasi produk yang dapat mengurai ekstrak tanaman menjadi produk kesehatan yang bermutu dan terjangkau masyarakat," katanya.
       Nila menyontohkan, salah satu tanaman yang terbukti khasiatnya adalah daun pepaya atau lidah buaya. "Masyarakat kita suka makan daging kambing, supaya lunak pakai daun pepaya. Kandungan daun pepaya bisa dipakai untuk kesehatan kita," katanya.
       Nila proyeksikan produk herbal saat in imemiliki pangsa pasar yang besar di Indonesia maupun internasional. "Kalau kita perhitungkan meminum ekstrak temu lawak, saya biasa minum setiap hari satu sampai dua kapsul, sementara kalau bicara obat paten, hanya dikonsumsi kalau sakit," katanya.
       Kondisi alam tropis di Indonesia juga menguntungkan produsen herbal dalam sisi pemenuhan bahan baku. "Kalau di negara lain yang memiliki musim salju mungkin sulit untuk tumbuh kembang tanaman, semengtara di Indonesia, sepanjang tahun tanamannya bisa terus tumbuh," katanya.
       Untuk itu, pihaknya tengah mendorong seluruh perusahaan farmasi di Indonesia untuk melengkapi pabriknya dengan laboratorium pengembangan produk. "Inovasi ini, khususnya dalam pemilahan ekstrak tanaman sebagai herbal. Kita dorong farmasi memfasilitasi pabriknya dengan pengembangan inovasi produk," katanya.



Tags :