Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Satgas Kaji Aturan Wajib Tanam Bawang Putih


   Share :


net


Oleh:Anita Permata Dewi
       Ketua Satgas Pangan Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, pihaknya mengkaji Peraturan Menteri Pertanian yang mewajibkan para importir untuk menanam bawang putih sebanyak 5% dari total kuota impor. "Kami nanti cek ke Kementan. Karena kalau memang memberatkan para pengusaha yang mau impor dan akhirnya mereka tidak mau impor, nanti malah tidak ada barang," kata Irjen Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin.
       Pasalnya untuk komoditas bawang putih, menurut Setyo, murni mekanisme pasar yang berjalan. "Karena produksi dalam negeri tidak mencukupi. Harus impor. Kalau supply-nya banyak, harga akan terkendali. Kalau supply-nya kurang, permintaan tetap banyak, pasti harga tidak akan terkendali," kata Kadivhumas Polri ini.
       Dalam distribusi bawang putih saat ini, menurut dia, masih wajar dan belum terlihat ada aksi penimbunan yang dilakukan oknum pedagang. Sebelumnya Menteri Pertanian Amran Sulaiman sangat yakin target swasembada bawang putih bisa tercapai pada 2019. Target swasembada bawang putih 2019 setelah akhir tahun lalu pihaknya merasa berhasil mewujudkan swasembada beberapa komoditas pangan yakni padi, jagung, bawang merah, cabe.  
       Pengamat pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas menyebut, target Kementerian Pertanian yang menetapkan swasembada bawang putih pada tahun 2019 tidak rasional. Ini akibat terbatasnya lahan dan minat petani untuk tanam bawang putih belum diatasi hingga kini. "Ini sangat tidak rasional, apalagi (targetnya) 2019. Sekarang 94 persen konsumsi bawang putih kita dari impor," ujar Dwi Andreas.
       Pernyataan Dwi didasari sejumlah data produksi bawang putih dalam negeri. Tiga tahun terakhir, angka impor bawang putih tidak pernah kurang dari 400 ribu ton. Bahkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2017  impor  556,06 ribu ton.
       Konsumsi bawang putih secara nasional per kapita per tahun pada 2017 mencapai 1,63 kg.  Dengan asumsi jumlah penduduk Indonesia sebanyak 250 juta jiwa, dibutuhkan minimal 407,5 ribu ton bawang putih guna memenuhi kebutuhan. "Itu pun baru untuk konsumsi rumah tangga, belum termasuk kebutuhan untuk industri komersial. Kebutuhan akan bawang putih ini pun dari tahun 2013 - 2017 diketahui terus bertumbuh rata-rata mencapai 8,78% per tahun," kata Dwi.
       Besarnya impor dari waktu ke waktu menandakan memang saat ini produksi bawang putih nasional belum mencukupi kebutuhan dalam negeri. "Per 2016, produksi bawang putih hanya berada di angka 21,15 ribu ton. Sedikit lebih tinggi dibanding 2015 tercatat 20,30 ribu ton," katanya.
       Stagnannya produksi bawang putih dipicu oleh terbatasnya jumlah lahan panen. Bahkan, lahan panen bawang putih di 2016 menurun dibanding 2015, dari 2.563 hektar menjadi hanya 2.407 hektar. Kebijakan pemerintah yang mewajibkan importir menanam 5% dari total kuota bawang putih yang mereka impor, tidak masuk akal. Kebijakan itu tidak akan berjalan baik. "Importir itu ya spesial mengimpor bawang putih, bukan menanam. Yang tanam bawang putih itu petani " katanya.



Tags :