Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Ribuan Orang Gelar Aksi Bersih-Bersih Sampah


   Share :


Ratusan partisipan dari berbagai komunitas mengikuti aksi bersih-bersih sampah di Pantai Kuta, Badung-Bali.

Wirnata


Oleh: Desi Purnamawati
       Aksi bersih-bersih sampah dilakukan di 100 titik di Bali pada Sabtu, sebagai kampanye untuk mewujudkan Indonesia bersih dan bebas sampah terutama pencemaran sampah plastik ke laut. "Kampanye Satu Pulau Satu Suara ingin melakukan sesuatu yang lebih dari hanya meningkatkan kesadaran mengenai masalah sampah plastik tetapi kami juga ingin memberikan contoh bahwa organisasi, dunia usaha, desa dan individu menciptakan solusi masing-masing untuk mengurangi sampah plastik sehingga yang lain bisa melakukan hal yang sama," kata Co-Founder of Bye Bye Plastic Bags dan Satu Pulau Satu Suara (One Island One Voice) Melati Wijsen di pantai Kuta, Legian, Bali, Sabtu (24/2).
       Pantai Kuta menjadi salah satu lokasi aksi bersih-bersih sampah yang diikuti ratusan partisipan dari berbagai komunitas baik swasta, pemerintah, tokoh masyarakat, komunitas adat, aktivis lingkungan hingga pekerja seni. Para partisipan bersenjatakan penjepit bambu untuk mengambil sampah menyusuri pantai memungut sampah terutama plastik di pasir.
       Sampah-sampah yang dipungut, dimasukkan ke dalam karung dan nantinya akan dikumpulkan dan ditimbang serta dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir. "Aksi ini sudah dimulai sejak tahun lalu karena saya peduli dan supaya plastik tidak masuk ke laut," kata Melati.
       Aksi kali ini mengajak lebih banyak partisipan sekitar 25.000 orang untuk bersih-bersih dibanding 2017 yang hanya 12.000 orang dengan lokasi 100 titik dari 55 titik pada 2017. Aksi itu terkait Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diinisiasi Melati (17) dan saudaranya sejak 2017.
       Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Safri Burhanuddin mengapresiasi aksi kampanye Satu Pulau Satu Suara. Bali akan diusulkan sebagai pelopor wilayah bebas sampah plastik, dengan tugas pemerintah daerah  menyiapkan kebijakan terkait penanggulangan sampah dan menggandeng ragam komunitas untuk bangkitkan Komitmen Bersama agar Bali Bebas Sampah Plastik. Momentum itu dapat mengangkat permasalahan lingkungan yang belum terselesaikan, dan secara langsung meningkatkan kesadaran dan kontribusi semua pihak untuk menanggulangi permasalahan sampah.
       Setiap pemerintah daerah memiliki peraturan dan kebijakan sendiri dalam penanggulangan sampah, yang mencakup pengelolaan sampah, pengurangan dan penanganan sampah, dimana hal ini harus dilakukan secara berkelanjutan. Sesuai data Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya, terdapat 9,85 miliar lembar sampah kantong plastik dihasilkan setiap tahun dan mencemari lingkungan selama lebih dari 400 tahun. Hanya 5% sampah kantong plastik yang bisa didaur ulang dan sisanya 50% lahan TPA dan membutuhkan lebih dari 100 tahun agar bisa terurai. Masalah serius yang tengah dihadapi Indonesia sebagai negara kedua terbesar di dunia yang berkontribusi pada sampah yang masuk ke laut.



Tags :