Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Vertikultur Makin Diminati


   Share :


Sutarno, seorang petani yang sudah malang melintang di Bali sedang menyiapkan lahan bertani dengan sistem vertikultur berbahan pipa paralon di Kantor

Wirnata

Oleh: Wirnata
      Umumnya berkebun dan bercocok tanam dilakukan di hamparan lahan di atas tanah, baik dilakukan di atas tanah langsung maupun menggunakan pot atau polybag yang disusun secara horizontal. Bercocok tanam seperti ini merupakan teknik yang lazim dilakukan untuk budidaya tanaman komersial maupun sekedar menyalurkan hobi. Teknik bercocok tanam yang disebut konvensional ini adalah cara yang paling mudah dalam berbudidaya tanaman, namun membutuhkan lahan yang cukup.
      Namun belakangan ini bercocok tanam di lahan sempit sudah melai banyak dilakukan masyarakat salah satunya dengan teknik vertikultur, dimana teknik ini tidak membutuhkan lahan yang luas namun memberikan hasil yang sangat bagus. Vertikultur secara umum bisa diartikan sebagai teknik bercocok tanam secara vertikal dengan menyusun tanaman secara bertingkat dari bawah keatas. Teknik vertikultur adalah teknik bercocok tanam yang dilakukan dengan tujuan untuk memanfaatkan lahan terbatas/sempit agar lebih optimal.
      Karena dengan teknik vertikultur bisa menanam 20 sampai 30 tanaman (bahkan lebih) pada lahan yang hanya berukuran 50 x 50 cm. Teknik pertanian vertikultur bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai wadah (tempat media tanam) seperti pipa paralon, botol bekas, pot, polybag atau wadah lain tergantung kreatifitas seseorang.
      Pak Tarno, adalah salah satu orang yang lagi gencar-gencarnya membuat media vertikultur menggunakan pipa paralon berukuran lima dim. Dimana tinggi pipa tersebut sekitar 1,25 meter tingginya dan diberi lubang sebanyak 20 untuk meletakkan tanaman. Ada berbagai jenis tanaman yang bisa ditanam dan dikembangkan dengan sistem vertikultur. “Tanaman yang cocok untuk vertikultur yaitu tanaman yang akarnya serabut, berumur pendek dan juga berbatang kecil,” ujarnya.
      Adapun jenis tanaman tersebut seperti, bawang merah dan putih, seledri, sayur hijau, terong, cabai, tomat dan sebagainya.   Tarno untuk media tanam menggunakan pupuk bokashi kotaku yang tebuat dari pupuk kandang yang difermentasikan dengan EM4 (Effective Microorganisme). “Karena dengan menggunakan pupuk bokashi kotaku, tanaman akan tumbuh dengan subur dan tentunya hasilnya sangat memuaskan,” ujarnya.
      Saat ini, dirinya melayani banyak permintaan vertikultur di daerah Badung dan Ubud. “Sekarang saya menyelesaikan orderan di Pak Oles dulu,” kata Tarno saat membuat vertikultur di lantai tiga, Kantor Pak Oles di Jl Letda Kajeng, Yangbatu, Denpasar.
     



Tags :