Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Bawang Putih Masih Ancam Stok Pangan Jatim


   Share :


Wirnata

Oleh: Abdul Malik Ibrahim

Secara umum, ketersediaan bahan pangan di provinsi bagian timur Pulau Jawa itu dinyatakan mampu mencukupi hingga lima bulan ke depan. Namun  satu komoditas yang belum mampu dinyatakan aman seratus persen adalah bawang putih. Jenis rempah-rempah yang berfungsi sebagai penyeimbang makanan ini sejak Lebaran lalu hingga kini masih mengancam stok pangan di beberapa wilayah, salah satunya Jawa Timur yang memiliki luas wilayah 47.922 km persegi.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengakui ada dua komoditas di wilayah setempat yang harganya belum stabil, yakni bawang putih dan kedelai.  Soekarwo tetap menjamin penyediaan stok dan pengendalian harga komoditas pangan pada Hari Natal dan Tahun Baru 2018 aman. Kabulog Jatim, Muhammad Hasyim mengaku masalah bawang putih terjadi akibat kelangkaan stok, namun sudah dicarikan solusinya, khususnya di beberapa wilayah. Bulog Jatim siap membeli bawang putih dari daerah lain yang memiliki kelebihan stok bawang putih.

Selain itu, Bulog Jatim telah meminta seluruh pimpinan kantor Bulog di seluruh Jawa Timur untuk melakukan penetrasi pasar dengan operasi pasar khusus mendekati Natal dan Tahun Baru saat serapan masyarakat tinggi. Stok beras cukup aman, untuk jagung peternak tersedia 8 ribu ton, lalu gula pasir 81 ribu ton, minyak goreng sebanyak 196 liter, dan bawang merah sekitar 2 ribu ton. Khusus bawang putih sekitar 3 ton, tersebar di beberapa daerah.

Terkait adanya bencana di beberapa wilayah Jawa Timur seperti longsor di Pacitan dan banjir di Porong, Bulog Jatim telah mengurangi stok, namun secara umum tidak menganggu stok yang ada, sedangkan jumlah stok beras  214 ribu ton beras. Kabupaten Pacitan sempat meminta tambahan stok beras akibat banjir di wilayah itu 20 ton, dan memang tiap wilayah miliki jatah permintaan tambahan apabila terjadi bencana.

Pantauan harga di berbagai pasar di daerah jelang Natal dan Tahun Baru 2018 juga masih stabil, seperti di pasar tradisional Kabupaten Jember. Harga beberapa komoditas pangan masih stabil seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu, kata A Fauzan, salah seorang pedagang bahan pokok di Pasar Tanjung Jember. Harga beras bengawan stabil di kisaran Rp 11.000 hingga Rp 11.500 per kg,  beras Mentik Rp 12.000 per kg, dan beras jenis IR-64  Rp 9.000 per kg, gula pasir Rp 11.500 per kg, dan minyak goreng curah Rp 12.000 per kg.

Harga bahan pokok yang biasanya cenderung naik jelang perayaan Natal di antaranya telur ayam ras karena banyak warga yang membuat kue untuk hari spesial Natal bersama keluarga. Sejak dua pekan lalu harga telur sudah naik karena pasokan berkurang dari luar daerah, namun ke depan  naik lagi seiring permintaan.  Harga telur ayam ras kini Rp22.500 per kg,  padahal dua pekan lalu harganya masih di kisaran Rp 17.000 hingga Rp 18.500 per kg karena stok komoditas tersebut berkurang, sedangkan permintaan cukup tinggi menyebabkan harganya mahal.

 Pantauan di Pasar Kreyongan Jember tercatat harga beras kualitas premium, medium dan IR-64 berkisar Rp 9.000 – Rp 12.000 per kg,  gula pasir Rp 11.500 per kg, tepung terigu Rp 7.000 per kg. Harga daging ayam ras mengalami kenaikan dari Rp 28.000 jadi Rp 31.000 per kg dan daging sapi juga naik dari Rp 109.000 jadi Rp 110.000 seiring  peringatan hari keagamaan Maulid Nabi Muhammad SAW.   Harga cabai merah besar juga perlahan-lahan naik dari Rp 25.000 jadi Rp 28.000 per kg, cabai rawit justru menurun dari Rp 13.500 menjadi Rp 12.000 per kg akibat stoknya melimpah.

 Wagub Jatim,  Saifullah Yusuf meminta masyarakat tidak perlu khawatir terkait harga pangan di pasaran, sebab Jatim juga telah memiliki gerai stabilisasi harga yang terdiri dari gerai pangan permanen  3.558 unit dan gerai pangan situasional  175 unit. Gerai pangan permanen terdiri dari kios pangan operasi pasar, toko tani Indonesia, aplikasi e-warong  dan rumah pangan kita.
Untuk gerai pangan situasional terdiri dari operasi pasar mandiri dan operasi pasar bantuan ongkos angkut (BOA). 

Pemprov Jatim berusaha perkuat pengawasan distribusi bahan pokok jelang Natal dan Tahun Baru 2018 untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok. Langkah itu  dibuat sistematis dan diawasi Kapolda dan KPPU. Jika ada yang mencoba untuk melakukan tindakan menaikkan harga secara drastis dan menimbun,  Polda Jatim tidak segan-segan melakukan penegakan hukum.



Tags :