Welcome To Website PT. Karya Pak Oles Tokcer

Setahun Germas Hidup Sehat


   Share :


Sejumlah warga Denpasar mendodorkan darah usai olahraga di Lapangan Renon, Denpasar guna menunjang kesehatan tubuh.

Wirnata

Oleh: Wuryanti Puspitasari
       Pada 15 November 2016, satu tahun yang lalu, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) diluncurkan Kementerian Kesehatan. Pemerintah meluncurkan gerakan tersebut dalam rangka penguatan paradigma pembangunan kesehatan yang mengedepankan upaya promotif dan preventif. Gerakan itu ingin membangun sebuah budaya untuk mengajak masyarakat untuk berperilaku hidup sehat. Dengan berperilaku hidup sehat, maka produktivitas masyarakat akan meningkat dan, ketika produktifitas masyarakat makin tinggi, maka kesejahteraan masyarakat juga akan terus merangkak naik.
       Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman dr Yudhi Wibowo, M.PH mengatakan mengubah perilaku itu tidak bisa dilakukan secara instan. Germas harus terus disosialisasikan, seraya terus melakukan berbagai perbaikan dan mengejar target yang mungkin belum terpenuhi. Germas meliputi berbagai kegiatan antara lain, mendorong masyarakat untuk melakukan aktifitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, dan juga tidak mengonsumsi alkohol.
       Germas juga mengajak masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya secara rutin di fasilitas-fasilitas kesehatan yang ada, membersihkan lingkungan, dan tidak buang air besar sembarangan. Gerakan nasional tersebut, pada tahap awal, lebih fokus pada tiga kegiatan, yaitu melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, mengonsumsi buah dan sayur, serta rutin memeriksakan kesehatan minimal enam bulan sekali sebagai upaya deteksi dini penyakit. Berbagai kegiatan, sebetulnya sudah lama ada, namun melalui Germas, diperkuat kembali. Karena itu, masyarakat perlu memahami, Germas itu menjadi tanggung jawab bersama. Germas itu harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik pada tingkat individu, keluarga maupun masyarakat.
       Germas telah tercakup dalam perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). PHBS ada pada tatanan rumah tangga dan desa, dan diperluas di tempat umum. Dengan demikian, gerakan hidup sehat akan memperoleh hasil yang signifikan jika seluruh rumah tangga telah melakukan PHBS. Agar gerakan makin memperoleh hasil yang signifikan, maka pemerintah juga perlu mengondisikan agar masyarakat gemar berolahraga. "Misalkan memperbanyak fasilitas olah raga, mendorong pusat perbelanjaan untuk menempatkan lokasi parkir minimal sejauh 500 meter, sehingga memaksa pengunjung pusat perbelanjaan untuk jalan kali, dan lain sebagainya," katanya.
       Mengubah perilaku, menurut dia, sangat erat kaitannya dengan permasalahan sosial yang ada di masyarakat. Misalkan saja soal buang air besar sembarangan (BABS). BABS itu merupakan contoh perilaku yang dapat diatasi melalui program jamban sehat yang tentu saja membutuhkan anggaran, sehingga gerakan yang dilakukan harus menyeluruh dan memperkuat sinergitas. Germas merupakan sebuah program yang memerlukan indikator capaian atau target yang terukur. Meski telah ada dukungan nyata lintas sektor, namun harus terus ditingkatkan dengan melibatkan lebih banyak sektor lain, termasuk swasta. Namun yang paling penting lagi, menurut dia, adalah melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
       Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Sigit Prio Utomo mengatakan Germas telah memberikan dampak untuk mengubah pola hidup masyarakat yang lebih sehat. Banyak perubahan yang terjadi di tengah masyarakat berkat Germas.  
       Germas hadir di tengah masyarakat bertepatan dengan terjadinya pergeseran pola penyakit, dari penyakit infeksi menular, ke arah penyakit-penyakit katastropik seperti kanker, jantung, gula, ginjal, dan lain sebagainya yang terkait erat dengan perilaku atau gaya hidup masyarakat. Pola hidup masyarakat yang tidak sehat, dinilai ikut memengaruhi penyakit-penyakit tersebut. Karena itu, Germas dihadirkan dengan membawa tiga misi yang sangat penting, yakni mendorong aktifitas fisik, makan buah-buahan dan sayuran, serta cek kesehatan secara rutin.
       Germas yang bertujuan mendorong gaya hidup sehat dengan konsumsi makanan bergizi, melakukan olah fisik dan menjaga kebersihan lingkungan, akan bisa menyumbang kesehatan. Namun, masyarakat juga perlu menyadari bahwa penyumbang kesehatan terbesar adalah adalah tetap pada perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat itu sendiri. Contohnya, budaya cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah makan, gosok gigi secara teratur, tidak merokok, tidak buang air sembarangan, dan perilaku sehat lain.
       Perhatian terhadap Germas masih terus ditingkatkan dan diperkuat setiap instansi dari pusat hingga daerah demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.  Semua sektor, bisa miliki andil menyukseskan gerakan masyarakat hidup sehat. Germas hidup sehat adalah gerakan yang sangat murah tetapi dampaknya  sangat besar untuk mencapai target pembangunan nasional.



Tags :