Minyak Oles Bokashi Bali Tembus Pasar Ekspor

Thursday, 23 Nov 2017

Minyak oles Bokashi salah satu produksi industri obat tradisional PT Karya Pak Oles Tokcer Bali mampu menembus pasar ekspor, selain dalam negeri

Denpasar - Minyak oles Bokashi salah satu produksi industri obat tradisional PT Karya Pak Oles Tokcer Bali mampu menembus pasar ekspor, selain dalam negeri.

"Konsep bisnis yang saya kembangkan sangat sederhana yakni menciptakan pasar terlebih dahulu dengan informasi, seterusnya dihasilkan produk untuk memenuhi permintaan pasar," kata Direktur Utama PT Karya Pak Oles, Gede Ngurah Wididana, di Denpasar, Minggu (14/8).

Alumnus Fakultas Pertanian Universitas Udayana Denpasar itu menyatakan, setelah terbentuk dan terdistribusi secara intensif, meluas dan tepat, bersamaan dengan dibentuk jaringan distribusi dengan tujuan produk bisa sampai ke konsumen. Jaringan distribusi terdiri dari sales promotion girls (SPG), salesman grosir, salesman retail, konter, tim promosi. "Hingga kini, dan semua jaringan pemasaran itu melibatkan sekitar 2.000 orang tersebar di berbagai kantor cabang di Indonesia," ujar Ngurah.

Sejak tahun 2001, setelah sukses merebut pasar di Bali, pihaknya mulai melakukan perluasan pasar secara serentak ke sejumlah wilayah di Indonesia, antara lain Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Sulawesi Selatan pada tahun 2003. Tahun berikutnya menjangkau Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, Banten, Lampung, dan Jawa Tengah.

Selain itu, terdapat sejumlah distributor mulai dari Flores (NTT), Kalimantan Timur, Manado dan sejumlah daerah lainnya di kawasan timur Indonesia.

Bahkan produk salah satu industri obat tradisional (IOT) terbesar di Bali, Ramuan Pak Oles itu, kini siap bersaing untuk memasuki pasar global, dalam kawasan Asia Pasifik, khususnya di negara-negara ASEAN.

Minyak Oles Bokashi antara lain 12 merek teh herbal Bukit Hexon dan water herbal Qi dinyatakan sangat siap untuk memainkan peran strategis di lini pasar obat-obatan tradisional yang berbasis herbal.

Eksistensi Ramuan Pak Oles selama 18 tahun itu sudah cukup untuk memasuki pasar global dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Sumber : Antara News