Dalami Ilmu Herbal Di POGS

Tuesday, 9 Jan 2018

SMK Taruna Kradenan, Jawa Tengah
Dalami Ilmu Herbal Di POGS
Belakangan ini semakin banyak sekolah yang berhubungan dengan farmasi mendalami ilmu terkait herbal. Khasiat obat herbal yang telah dipercaya sejak dulu untuk kesehatan harus terus dijaga. Apalagi penggunaan obat herbal di Indonesia berhubungan pula dengan kekayaan hayati di negeri ini. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kekayaan tumbuhan yang melimpah.
Atas kesadaran itu, SMK Farmasi Taruna Kradenan, Grobogan Jawa Tengah mengajak puluhan siswi belajar tentang pemanfaatan tanaman sebagai bahan produk herbal. Di Pak Oles Green School (POGS) Waribang, Kesiman, Denpasar Timur, belum lama ini. “Selain untuk pemenuhan materi di sekolah kami juga berharap agar anak didik kami mampu membuat produk herbal yang berguna bagi masyarakat,” ujar Djarum Wiyanto, Wakil Kepala Sekolah SMK Taruna Kradenan yang ikut dalam rombongan.
Menurut Wiyanto, selama siswa sudah belajar membuat ektrak dari simplisia. Salah satunya, pembuatan bir pletok yaitu minuman penyegar yang dibuat dari campuran beberapa rempah seperti jahe, daun pandan wangi, serai dan kayu secang. Meski ada kata bir, namun bir pletok tidak mengandung alkohol dan minuman ini berkhasiat memperlancar peredaran darah selain menghangatkan badan. Siswi Farmasi SMK Taruna Kradenan sering mengikuti lomba se-SMK Krobogan untuk mengasah dan memacu kreatifitas.
Wiyanto menyayangkan, belakangan ini banyak masyarakat yang masih suka menggunakan obat berbahan kimia padahal sudah ada obat herbal yang beredar di pasaran dengan izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). “Belakangan ini masyarakat yang menggunakan obat herbal semakin menurun karena terkikis obat kimia. Kami harapkan anak didik supaya lebih mencintai produk herbal. Yang terpenting dari kunjungan ini siswi bisa meniru paling tidak untuk membuat produk salep, bedak dari bahan organik yang bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya.
Dalam kunjungan industri itu, siswi SMK Taruna Kradenan diterima Koentjoro Adijanto selaku penanggung jawab POGS. Cikal bakal berdirinya PT KPOT bermula pada 1997. Saat itu didirikan pabrik Ramuan Pak Oles pertama kali didirikan di Desa Bengkel, Busungbiu, Buleleng. Awalnya hanya sebagai industri rumah tangga dengan satu produk yaitu Minyak Oles Bokashi.
Pada 2000, meningkat menjadi Industri Kecil Obat Tradisional (IKOT), mengikuti aturan pemerintah akhirnya berkembang menjadi Idustri Obat Tradisional (IOT) PT Karya Pak Oles Tokcer (KPOT) yang berstandar badan BPOM. Peserta melihat dari dekat miniatur tanaman obat yang menjadi bahan dasar produk Ramuan Pak Oles.