Migrain

Monday, 26 Nov 2012

Migrain atau yang lebih dikenal dengan sebutan sakit kepala sebelah adalah sakit kepala episodic yang rumit dengan gejala klinis yang merupakan lebih dari sekedar sakit kepala. 67% hingga 75% kasus migrain terjadi pada wanita. Sebagian gejala bahkan sudah muncul sehari sebelum migrain kambuh.
Meskipun penyakit ini merupakan penyakit yang individual dan setiap orang terkadang mengalami gejala yang berbeda, tetapi biasanya ada faktor genetik. Kebanyakan penderita migrain memiliki anggota keluarga lain yang juga mengalaminya.

Adapun jenis-jenis migrain antara lain adalah sebagai berikut :
1. Migren Aura (lebih dikenal dengan migraine klasik)
2. Migrain tanpa Aura (migraine yang sering terjadi dan tanpa di dahului dengan aura)
3. Migrain menstruasi (hanya terjadi pada wanita, 60% wanita pernah mengalaminya)
4. Migrain pada Anak-Anak

Berikut adalah gejala terjadinya migrain sesuai di kutip dari kompas.com.

1. Menguap
Sehari atau dua hari sebelum migrain menyerang, Anda mungkin akan menguap lebih sering dari biasanya. Gejala awal lainnya (prodomes) antara lain retensi cairan, ingin ngemil, lelah, kehausan, dan perubahan emosional. Meski gejala itu mengganggu, tapi kita bisa menyiapkan diri untuk mengatasi migrain.

2. Aura
Efek penglihatan, termasuk melihat binti-bintik atau noda (aura), penglihatan berkurang, sering terjadi 30 menit atau satu jam sebelum serangan migrain kemudian hilang begitu saja saat migrain menyerang. Pada kaum wanita sebelum menopause yang mengalami aura sebelum migrain harus berhati-hati karena mereka lebih rentan stroke.

3. Mual
Jika Anda menderita nyeri kepala tetapi tidak merasa mual, berarti Anda tak mengalami migrain. Rasa mual yang timbul ini bisa mengurangi nafsu makan, bahkan memicu muntah.

4. Nyeri pada satu sisi kepala
Nyeri kepala tipe tegang atau tipe lain akan menyebabkan rasa nyeri di seluruh kepala atau pada kedua bagian. Dengan timbulnya rasa mual dan nyeri pada satu bagian kepala adalah tanda bahwa Anda menderita migrain. Nyerinya juga lebih intens dan membuat Anda sulit beraktivitas.

5. Sensitif pada suara dan cahaya
Penderita migrain kerap mengeluhkan nyeri kepala yang dirasakan dibarengi dengan munculnya rasa lebih sensitif pada suara atau cahaya. Pada sebagian kecil orang bahkan kulitnya jadi lebih sensitif. Para ahli menjelaskan, overaktivitas di bagian otak yang mengatur stimulus lingkungan yang dianggap menyakitkan yang menyebabkan timbulnya rasa sensitif itu.

6. Kebas
Rasa kesemutan di tangan atau kaki, kebas atau mati rasa di bagian lengan atau sebagian wajah, biasanya dialami penderita migrain. Hal itu timbul saat terjadinya aura.

7. Penglihatan kabur
Sensasi penglihatan yang bersinar bisa terjadi saat nyeri migrain kumat atau saat kita melihat aura. Sebagian orang juga mengalami gangguan penglihatan atau perubahan saraf lainnya. Perubahan penglihatan ini berkaitan dengan perubahan aliran darah ke otak.


D'Maz
twitter @muqodimansyah